Kanal

Video Viral Guru Tampar Tiga Siswa di Magetan, Kepala Sekolah Sebut Pemicunya Hal Ini

Video yang memperlihatkan seorang guru menampar siswanya yang viral di media sosial. - YouTube

SURYA.co.id | MAGETAN - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan tindak kekerasan yang dilakukan guru pada tiga muridnya.

Dalam video tersebut, tiga siswa yang mengenakan seragam Pramuka ditampar berurutan oleh seorang pria yang juga memakai seragam yang sama.

Belakangan, terungkap jika video yang membikin heboh netizen itu terjadi di SMAN 1 Maospati Magetan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Maospati Magetan, Siti Rupi'ah mengakui jika hal itu terjadi di lingkungan sekolahnya.

"Benar, video tiga siswa yang terkena tamparan dan viral di media sosial itu terjadi di sekolah kami sepekan lalu, Sabtu (19/5/2018) lalu," kata Kepala Sekolah SMAN 1, Maospati, Magetan Siti Rupi'ah kepada SURYA.co.id, Jumat (25/5/2018).

Menurut Siti Rupi'ah, kejadian itu terjadi saat seluruh siswa klas XI dikumpulkan di halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan akhir tahun akademik, seperti rencana kegiatan pondok Ramadan, pengumpulan zakat, dan kegiatan sosial lain.

"Saat semua siswa sudah berkumpul di halaman, tiga siswa ini malah bersembunyi. Wakasek Kesiswaan Pak Nuryanto sudah berusaha mengumumkan lewat speaker sekolahan. Tapi ketiga siswa itu tidak juga kumpul dengan teman-temannya," kata Kasek Siti Rupi'ah.

Siti Rupiah, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Maospati, Magetan melihat video yang sempat viral di media sosial (surya/doni prasetyo)

Pengumuman itu, dilakukan Wakasek Kesiswaan hingga diulang tiga kali.

Baru setelah teman-temannya mencari dan menemukan ketiganya di toilet, kemudian dibawa untuk kumpul bersama di halaman sekolah itu.

"Mungkin Pak Nuryanto tidak bisa mengendalikan diri dengan kebandelan ketiga siswa itu, maka terjadilan tindakan itu. Kami percaya, sebenarnya tidak ada maksud menyakiti," jelas Siti Rupi'ah.

Namun, tambah Siti Rupi'ah, apapun tingkah polah siswa-siswi disini, seharusnya Wakasek atau guru guru lain harus bisa mengendalikan diri. Karena itu memang sudah menjadi tugas guru.

"Dengan tindakan itu, kami sudah memberikan sanksi teguran keras. Kami meminta tindakan itu tidak perlu diulang kembali. Peringatan keras itu juga tidak hanya kepada Pak Nuryanto, tapi juga kepada guru-guru yang lain," kata Siti Rupiah.

Dengan kejadian itu tanggapan siswa setempat beragam, ada yang membenarkan tindakan guru bahasa Indonesia itu, karena ketiga anak itu memang terkenal bandel di sekolah itu.

"Wajar kalau sampai murka dan melakukan itu. Semua kan juga untuk mendidik ketiganya agar bandelnya tidak keterusan. Tapi seingat saya keduanya sudah saling memaafkan dan kelanjutanya bagaimana tidak tahu lagi," kata seorang siswi yang minta namanya tidak disebut.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Titis Jati Permata

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer