Kanal

Dua Tower Trans Icon Ditarget Ludes Terjual Juli 2018

Marketing Director The Trans Icon, Fransiskus Afong (kiri) bersama Marketing General Manager, Antony Susanto berdialog disamping maket The Trans Icon saat dikenalkan di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (21/4/2018) malam. - surabaya.tribunnews.com/sugiharto

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang dari CT Group terus agresif dalam melakukan penjualan unit apartemen dari dua tower gedung di komplek The Trans Icon.

Proyek properti di kawasan selatan kota Surabaya itu ditarget sold out di bulan Juli 2018 mendatang. 

"Saat ini penjualan sudah 40 persen untuk dua tower apartemen yang kami siapkan masing-masing 500 unit. Kami targetkan Juli sudah sold out," kata Fransiskus Afong, Direktur Marketing Trans Icon Surabaya, disela kegiatan launching The Fist Leisure Destinasi in Surabaya di Hotel Sheraton, Sabtu (22/4/2018).

Proyek The Trans Icon direncanakan tidak hanya dua tower apartemen saja. Tapi juga akan tower untuk hotel, perkantoran dan lifestyle mal, termasuk mini Trans Studio. Ground breaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek sudah dilakukan sejak 9 Maret lalu.

Respon pasar yang cukup besar dengan sudah terjualnya 40 persen dari unit dua tower itu, membuat The Trans Icon percaya diri dalam waktu singkat target penjualan akan tercapai. Ditargetkan Juli 2018 sudah sold out 100 persen.

"Karena produk kami sudah pasti dibangun. Prospek investasi juga sudah besar. Banyak nilai lebih yang bisa didapat konsumen di proyek ini," ungkap Afong.

Terkait produk, dalam dua tower apartemen ini disiapkan unit dengan luasan mulai 25 meter persegi hingga 83 meter persegi, yang terbagi dalam beberapa tipe. Harga jual saat ini mulai dengan Rp 600 juta per unit.

Untuk progres pembangunan, properti di atas lahan 2,5 hektar itu, bakal rampung pada akhir tahun 2019, kemudian berlanjut di pertengahan tahun 2020 untuk penyerahan unit apartemen seiring saat ini masih dalam proses pembangunan. Superblock The Trans Icon Surabaya siap memberikan nuansa baru bagi warga Surabaya.

Nantinya, Afong mengatakan, kawasan super block ini akan dilengkapi dengan Trans Studio Sky World yang menjadi ciri khasnya.

"Untuk wahana ini kami terinspirasi dari Dubai. Untuk sky indor pun di Singapura belum ada. Jadi kami yakin ini adalah superblock pertama yang mempunyai destinasi wisata," ungkap Afong.

Sementara, baik pusat perbelanjaan, Office Tower, Trans Studio Sky World, Trans Hotel Apartemen, Trans Icon Apartemen, dan Hotel Bintang 6 The Trans Luxury Hotel, semuanya akan saling berintegrasi.

Tidak hanya itu, pusat hunian lengkap kelas dunia ini berada di lokasi wilayah yang cukup prestisius. Selain itu, Afong mengatakan, The Trans Icon Surabaya akan menjadi ikon Superblock baru.

Sementara itu, profil konsumen dari 40 persen yang sudah terjual, mereka mayoritas adalah konsumen dari lokal Jawa Timur. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik dan sekitarnya. Sedangkan dari luar Jatim, sudah terlihat beberapa dari Kalimantan dan Jakarta. Namun belum besar.

"Peluang proyek ini untuk konsumen dari luar Jatim, terutama dari daerah Indonesia Timur juga besar. Karena Surabaya merupakan hap dari daerah di Indonesia Timur," tandas Afong.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer