Kanal

Jual Sistem NUP, 350 Unit Rumah Sold Out Dalam 2 Jam

Samson Suryanto, Kepala Unit Bisnis Strategic PT Jayaland (kanan) saat kegiatan product knowledge kluster Surya Breeze, perumahan yang dikembangkan oleh PT Jayaland, di Surabaya, Kamis (12/4/2018). - surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar rumah tapak menengah dengan harga di bawah Rp 700 juta masih menarik bagi konsumen. Bahkan harga di kisaran Rp 300 jutaan menjadi incaran banyak konsumen.

Termasuk saat dijual dengan sistem product knowledge dan NUP (Nomor Urut Pemesanan) yang mengundang para broker, produk sebanyak 350 unit, sold out dalam dua jam.

"Kami memang sedang mengembangkan kluster baru, yaitu Surya Breeze. Kami sediakan 350 unit untuk rumah di harga mulai Rp 300 jutaan," jelas Samson Suryanto, Kepala Unit Bisnis Strategic PT Jayaland, usai kegiatan penjualan dengan sistem NUP di Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Produk perumahan segmen menengah ini terdiri atas rumah tapak dengan ukuran Luas Bangunan (LB) 41 meter persegi dan Luas Tanah (LT) 90 meter persegi. Kemudian LB 54 dan LT 105.

"Untuk menggairahkan kawasan cluster ini, kami juga sediakan tempat usaha. Dengan ukuran luas LB 48/LT 84," kata Samson.

Dengan sistem NUP tersebut, jumlah broker yang datang dua kali dari jumlah produk yang disiapkan. Setelah mengikuti produk knowledge, mereka langsung melakukan NUP dengan uang jadi Rp 1 juta. Selanjutnya siapa yang cepat, langsung mendapatkan NUP.

Setelah itu, para broker akan mencari konsumen end user. Nantinya proses pemilihan unit akan dilakukan pada 5 Mei 2018. Bila sudah mendapatkan konsumen, untuk membeli dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah), tanda jadi menjadi Rp 5 juta. Untuk Uang Muka (UM)sekitar 20 persen dari harga.

"Namun kami ada kerjasama dengan perbankan, ada yang bisa menerima dengan UM 5 persen," tambah Ali Chusayyidin, Manager Pemasaran PT Jayaland.

Saat ini, perbankan yang bekerjasama dengan PT Jayaland meliputi BCA, BTN, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah.

Ali optimis produk ini akan mendapat respon positif pasar karena kebutuhan rumah tapak yang cukup tinggi. Namun pihaknya memilih menyiapkan langkah hati-hati dengan menyelesaikan penjualan produk ini kemudian melakukan pembangunan.

"Kalau permintaan banyak, kami akan menyelesaikan dulu, sebelum menambah produk lagi," jelas Ali.

Kluster Surya Breeze ditargetkan mulai pembangunan rumah di awal tahun 2019. Dengan target serah terima di tahun 2021 dengan estimasi lama pembangunan 24 bulan.

"Untuk investasi pembangunan rumah di kluster ini kami investasi sekitar Rp 55 miliar. Untuk fisik perumahan, kalau lahan di kluster ini hanya 5 hektar sudah kami miliki dengan lahan lain seluas total 56 hektar yang akan kami kembangkan secara bertahap," tandas Samson.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca

VIDEO Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan

Berita Populer