Kanal

Buntut Penyerangan Gereja di Sleman, Polda Jatim Tingkatkan Pengawasan Semua Kegiatan Ibadah

Penyerangan di Gereja St Lidwina Romo Prier - Ist

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim tak ingin kecolongan dengan ulah kelompok-kelompok ataupun orang yang ingin merusak suasana kondusif, terutama di tempat-tempat ibadah. Hal ini seperti yang terjadi terhadap gereja St Lidwina di Sleman, Yogyakarta, yang diserang orang bersenjata tajam, Minggu (11/2/2018). 

Kabud Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Polda sudah mengantisipasi hal serupa sejak peristiwa di Tuban dan Lamongan pada Oktober 2017 lalu.

Terkait Suliyono, pelaku penyerangan di Sleman yang belakangan diketahui berasal dari Banyuwangi, dia menyebut bahwa pria tersebut telah lama meninggalkan Banyuwangi. 

"Dia sekolah di sana  (Yogyakarta) dan melakukannya di Sleman," tandas Kombes Frans Barung, Minggu (11/2).

Baca: Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman Mengaku Ingin Menikahi Bidadari

Baca: Polisi Telusuri Latar Belakang Penyerang Gereja St Lidwina Bedog Sleman. Ini Hasilnya. . .

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel, menegaskan dalam peristiwa ini, Polda Jatim sudah mengambil pelajaran berharga terhadap penyerangan polisi di Tuban dan Lamongan, Oktober 2017 lalu.

Pascakejadian itu, Polda Jatim langsung mengambil langkah untuk melakukan pengamanan terhadap objek vital dan tempat ibadah yang ada di seluruh Jatim.

"Di Jatim sendiri sudah ada 20 orang yang ditangkap dalam kegiatan terorisme," tegasnya.

Bagaimana dengan pengamanan dalam segala kegiatan gereja di seluruh Jatim?

"Polda Jatim sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polres untuk memantau segala kegiatan keagamaan. Polsek yang memiliki wilayah tentu sudah menurunkan anggotanya untuk memantau. Tentu polisi siap mengmankan," paparnya.

Lelaki dengan tiga melati di pundak, kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat Jatim agar tidak mudah terprovokasi atau terpancing dengan kejadian itu.

"Masyarakat agar tenang. Silakan masyarakat menjalankan ibadah seperti biasa. Jangan takut. Polisi tetap bekerja untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat," tuturnya. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca

Remaja 18 Tahun Cekik Ibu hingga Tewas lalu Perkosa Mayatnya, Tepergok sang Nenek

Berita Populer