Kanal

Gawat! BPJS Kesehatan Nunggak Rp 384 Miliar ke RSUD di Jawa Timur

ilustrasi - antara/irsan mulyadi

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memiliki tunggakan yang cukup besar untuk periode triwulan di akhir 2017 silam.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai Rp 384 miliar untuk lima rumah sakit di Jatim.

Sebagai dampaknya, pelayanan kesehatan pun dikhawatirkan akan terganggu.

Besarnya tunggakan yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi E, Suli Da'im.

"Ada lima rumah sakit yang menyampaikan ke DPRD terkait cash flow yang belum terbayarkan oleh BPJS," ujar Suli ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (1/2/2018).

Bahkan, sebagai akibat dari terhambatnya proses pembayaran tersebut, ada beberapa perusahaan farmasi yang telah memutus hubungan.

Di antaranya adalah RSUD Saiful Anwar Malang. "Ada beberapa obat yang belum dibayarkan ke pihak farmasi sehingga terpaksa mereka memutus hubungan," ujarnya.

Selain RSSA, ada juga juga RSUD Soetomo Surabaya yang memerlukan pembayaran BPJS, uang selain untuk pelayanan, juga untuk biaya pengembangan RS.

"Hampir seluruh rumah sakit milik pemprov Jatim mengeluhkan soal piutang BPJS yang tak kunjung terbayarkan," jelas Suli Daim.

Berdasarkan data yang diterima komisi E DPRD Jatim, klaim BPJS yang belum terbayarkan tersebut berada di lima RS.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer