Keranjingan Judi Online, Oknum Pegawai BRI Gelapkan Duit Miliaran Rupiah, Seperti Ini Modusnya

Peristiwa itu terjadi semenjak awal tahun 2018, tersangka menggunakan berbagai modus demi menyelewengkan dan menggelapkan dana BRI serta nasabahnya

Keranjingan Judi Online, Oknum Pegawai BRI Gelapkan Duit Miliaran Rupiah, Seperti Ini Modusnya
NET
Ilustrasi 

SURYA.co.id - AG (32)m seorang oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), diduga menyelewengkan dan menggelapkan uang miliaran rupiah untuk ia gunakan bertaruh di permainan judi online.

Uang yang ia gelapkan ialah milik BRI dan nasabah. Menurut pengakuan AG, uang yang ia gelapkan tersebut digunakannya untuk bermain judi online.

Mengutip artikel di Kompas.com dengan judul “Ini Modus Oknum Pegawai BRI Korupsi Uang Rp 1 Miliar untuk Judi Online" , Sabtu (18/5/2019), untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini AG sudah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Payakumbuh.

"Betul, kita telah menahan tersangka korupsi dan penggelapan uang BRI dan nasabahnya. Saat ini, kita menunggu hasil audit BPKP untuk menghitung kerugian negara," kata Kasi Intel Kajari Payakumbuh, Nazif Firdaus, Jumat (17/5/2019).

Nazif mengatakan, peristiwa itu terjadi semenjak awal tahun 2018.

Ketika itu, tersangka menggunakan berbagai modus demi menyelewengkan dan menggelapkan dana BRI serta nasabahnya.

Modus yang biasa dilakukannya adalah dengan membujuk nasabah untuk mengambil kredit di BRI.

Tapi setelah dana tersebut cair, jumlah pinjaman lantas dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu.

Setelahnya tersangka juga diduga menggelapkan setoran nasabah yang tak dimasukkan ke kas BRI.

"Kemudian tersangka juga diduga mengambil jaminan pinjaman nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan. Selanjutnya menjadikan jaminan itu untuk pinjaman ke bank tanpa sepengetahuan si nasabah," kata Nazif.

Menurut pengakuan AG, uang yang ia tilep digunakannya untuk bermain judi online.

"Taksiran korupsi dan penggelapannya sekitar Rp 1 miliar lebih dan uangnya dihabiskan untuk judi online. Namun pastinya, kami masih menunggu hasil audit BPKP," katanya.

Setelah hasil audit, menurut Nazif, pihaknya akan menyerahkan kasus itu ke pengadilan.

Oknum karyawan BRI ini dijerat pasal 2 dan 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor) karena sudah merugikan negara.

Editor: Cak Sur
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved