Berita Ngawi

Tiga Begal Sadis di Ngawi Ditembak saat Mau Kabur dari Tempat Persembunyian

Tiga orang kawanan begal di wilayah Ngawi yang selama ini bertindak sadis terhadap korban korbannya, dilumpuhkan polisi dengan tembakan

Tiga Begal Sadis di Ngawi Ditembak saat Mau Kabur dari Tempat Persembunyian
Surabaya.Tribunnews.com/Doni Prasetyo
Tiga begal sadis yang kerap menyamar sebagai pengamen dan komunitas 'punk' berhasil dibekuk Polisi Resor Ngawi, meski harus dilumpuhkan dengan ditembak kakinya, lantaran berusaha lari saat digangkap. 

SURYA.co.id | NGAWI - Tiga orang kawanan begal di wilayah Ngawi yang selama ini bertindak sadis terhadap korban korbannya, dilumpuhkan polisi dengan tembakan, karena ketiganya mencoba kabur saat ditangkap di persembunyiannya.

Tim Unit Opsnal dipimpim Kanit Idik I, Ipda Tri Boy Alvin Siahaan setelah melakukan penyelidikan secara manual dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam waktu singkat bisa membekuk ketiga begal sadis yang meresahkan itu serta mengamankan barang bukti dari tangan ketiga pelaku begal ini.

Ketiga pelaku, yaitu Abdul Rohim (19) warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Putut Handoko Putra (21) warga Desa Jururejo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, dan Arif Rudiyansya (20) warga Desa Sekar Putih Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Abdul Rohim salah seorang pelaku ini terpaksa ditembak kedua kakinya, sehingga polisi harus membawanya dengan kursi roda saat berobat ke rumah sakit dan ketahanan Kantor Polres Ngawi.

Sedang kedua temannya yang lain, Putut Handoko Putra dan Arif Rudiyansya, masing masing dilumpuhkan dengan satu tembakan di kaki, sehingga menghentikan usahanya kabur dari penyergapan polisi Resor Ngawi.

Ketiga pelaku ini, diduga melakukan pembegalan sepeda motor disejumlah tempat di wilayah Kabupaten Ngawi, dalam waktu dua pekan terakhir. Ketiganya disergap di sejumlah tempat, Putut Handoko Putra dibekuk di seputaran terminal bus Ngawi.

Sedang Abdul Rohim dan Arif Rudiyansya ditangkap Polisi di pertigaan Gendingan, Ngawi, saat keduanya turun dari bus seusai keduanya menyaru sebagai pengamen. Ketiganya, saat itu juga langsung di jebloskan ke sel tahanan Kantor Polres Ngawi.

Dari tangan ketiga pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang pecahan ratusan rupiah sebanyak Rp 25 juta dan lima unit sepeda motor. Tidak hanya itu, Polisi juga menyeret Dwi Rahmat Santoso warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga penadah sepeda motor hasil kejahatan itu.

Akibat ulahnya yang meresahkan warga masyarakat di Kabupaten Ngawi, Polisi menjerat ketiga begal sadis itu dengan pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan.

"Ketiganya dijerat pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun. Kasus yang meresahkan warga Ngawi ini masih kita lanjutkan penyelidikannya. Barang bukti yang kita amankan selain uang dan sepeda motor, helm, juga gitar kecil, dan alat untuk membegal,"kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kepada Surya, Jumat (17/5).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved