Berita Surabaya

RSUD Soewandhie Surabaya Bangun Gedung 9 Lantai Rp200 M, Ini Daftar Layanan Terbaru untuk Pasien

Pemkot Surabaya telah menyediakan dana sekitar Rp200 miliar.Gedung 9 lantai RSUD dr Soewandhie ini rencananya rampung dibangun pada tahun 2020.

RSUD Soewandhie Surabaya Bangun Gedung 9 Lantai Rp200 M, Ini Daftar Layanan Terbaru untuk Pasien
surabaya.go.id
RSUD dr Soewandhie, Surabaya 

SURYA.co.id, SURABAYA - RSUD dr  Soewandhie kerap menjadi rujukan masyarakat Surabaya yang membutuhkan perawatan medis.

Itulah mengapa keramaian pasien hingga sulitnya mencari parkir pun tak bisa dihindari.

Sebagai solusinya, RSUD dr  Soewandhie kini tengah mengembangkan gedung baru yang dibangun tepat di belakang gedung lama. Pembangunan ditangani Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR).

Menurut drg Rince Pangalila, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr M Soewandhie mengaku, Pemkot Surabaya telah menyediakan dana sekitar Rp200 miliar.

Gedung 9 lantai RSUD dr Soewandhie ini rencananya rampung dibangun pada tahun 2020.

Dari 9 lantai, 7 lantai disediakan lahan parkir.

"Rencananya memang dibangun 2019-2020. Sama Pemkot disediakan uang kurang lebih sekitar Rp200 miliar. Jadi nanti sekali lelang, terus dibangun," tuturnya, Jumat (17/5/2019).

Di gedung baru tersebut, kata Rince, nantinya akan ada kurang lebih 50 unit hemodialisis, setelah sebelumnya RS hanya menyediakan 9 unit.

Hemodialisis akan menempati satu lantai tersendiri.

Lantai lainnya akan dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan radioterapi, sekaligus rawat inap dan rawat jalan khusus untuk kemoterapi.

"Kita di sini sekarang punya kemoterapi, cuma jumlahnya terbatas, hanya empat. Ke depan ya bisa sampai 20," ujarnya.

Dengan adanya penambahan radioterapi, Rince berharap pasien-pasien yang butuh radioterapi bisa beralih ke RSUD M. Soewandhie, agar tak perlu antre bertahun-tahun.

Kemudian, gedung juga akan menaungi MRI serta klinik estetika.

Meski ada banyak penambahan unit, Rince mengatakan pihaknya belum terpikir untuk menambah tenaga medis.

"Kalau memang nanti butuh ya mungkin bisa ditambah. Sekarang sudah ideal, karyawan 1.080 kalau tidak salah. Dokter spesialis ada sekitar 75, dokter umum 31 dan perawat sekitar 600," paparnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved