Polda Jatim akan Sweeping & Perketat Keamanan Untuk Cegah Warga Jatim Ikut People Power

Polda Jatim akan memperketat pengamanan untuk mengantisipasi adanya gelombang massa bertajuk People Power jelang pengumuman pemenang Pilpres 2019

Polda Jatim akan Sweeping & Perketat Keamanan Untuk Cegah Warga Jatim Ikut People Power
Kompas.com/Achmad Faisal
(foto dok) Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (tengah) saat meninjau lokasi rekapitulasi suara Pemilu 2019 KPU Jatim di Hotel Singgasana Surabaya, Senin (6/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim akan memperketat pengamanan untuk mengantisipasi adanya gelombang massa bertajuk People Power jelang pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh KPU RI, Rabu (22/5/2019) mendatang.

Bila perlu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, pihaknya akan melakukan sweeping di berbagai macam wilayah se-Jatim.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya gejolak massa yang berpotensi memicu kecemasan dan kegaduhan di tengah publik.

"Pasti akan lakukan sweeping dan kami akan melakukan tindakan tegas Apabila mereka membawa senjata tajam," katanya setelah menghadiri buka puasa bersama dengan Forkopimda Jatim di Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim, Jumat (17/5/2019).

Luki mengimbau agar massa tak perlu ikut dalam gelombang massa yang protes terhadap hasil pemilu di KPU Pusat.

Katanya, selama ini, segala bentuk protes yang disampaikan berbagai pihak yang merasa tak berkenan dengan prosesi dan hasil ketetapan KPU Jatim, sudah mendapat ruang dan telah diserap oleh pihak Bawaslu Jatim.

"Kami imbau untuk tidak berangkat karena apapun yang sudah disampaikan tadi sudah diterima usulannya terkait Pemilu oleh Bawaslu Jatim," lanjutnya.

Gerakan People Power, bagi Luki, tak ubahnya jenis lain gerakan memobilisasi massa untuk meluapkan protes secara inkonstitusional.

Berdasarkan anasirnya, gerakan people power yang bakal terjadi nanti, bukan semata-mata muncul atas dasar kesadaran komunal masyarakat dalam jumlah besar.

Melainkan adanya suatu intrik dari oknum tertentu yang cenderung memprovokasi.

"Gerakan itu merupakan gerakan inkonstitusional. Sifatnya provokatif yang dilakukan oleh kelompok tertentu," jelasnya.

Luki mengimbau masyarakat untuk lebih memanfaat Bulan Suci Ramadan sebagai colling system selepas mengikuti pesta demokrasi pilpres dan pileg 17 April 2019 kemarin.

"Saya berharap, seluruh masyarakat menjaga kondusivitas di Jatim. Apalagi memasuki bulan puasa, ayo menjaga kesucian," katanya.

Gaya Gus Ali Saat Bicara People Power: Republik Ini Butuh Damai, Understand?

Ketua GP Ansor Sidoarjo Sebut Gerakan People Power Banyak Bohongnya: Ganggu Stabilitas Negara

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved