Industri Miliki Sumber Daya Untuk Ikut Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional

Di bidang industri, terkait hal itu Ajinomoto juga melakukan upaya serupa untuk mengatasi ancaman krisis pangan kedepannya.

Industri Miliki Sumber Daya Untuk Ikut Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Pusat pengolahan limbah di Pabrik Ajinomoto yang menghasilkan produk ramah lingkungan dan bisa mendukung upaya ketahanan pangan secara luas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan pangan pun juga ikut bertambah. Sayangnya kenaikan jumlah penduduk dan ketersediaan pangan tidak selalu berjalan beriringan.

Seperti dikutip dari laman LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada 25 September 2017, Indonesia dapat terancam mengalami krisis pangan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Ada banyak hal yang menyebabkan suatu wilayah terancam mengalami krisis pangan seperti berkurangnya petani, keterbatasan sumber pangan, keterbatasan lahan, hingga keamanan pangan agar layak dikonsumsi masyarakat.

“Ketahanan pangan tujuannya adalah untuk memungkinkan atau memperoleh suatu kondisi di mana setiap individu, semua penduduk itu mampu hidup aktif, sehat, produktif secara berkelanjutan,” ungkap Prof Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Food Processing Engineering Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam rilisnya Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dirata-rata dan harus dilihat secara cermat. Ketahanan pangan dapat dipenuhi dengan jumlah, mutu, dan keamanan pangannya.

“(Pangan) Memang harus tersedia dari waktu ke waktu, daerah ke daerah, dan itu bisa diakses oleh setiap individu,” tegasnya mengenai ketersediaan pangan.

Selain itu, ada faktor lain yang memengaruhi ketersediaan pangan seperti ketersediaan lahan, perubahan iklim, dan keamanan pangan, yang semuanya saling berkaitan.

Terkait penelitian dan pengembangan serta inovasi untuk memungkinkan penguatan ketahanan pangan, akademisi yang juga aktif di Codex National Committee ini juga mengatakan bahwa upaya itu harus didukung dan disambut baik selama membawa manfaat dan nilai positif.

“Setiap prakarsa atau inisiatif untuk bisa memperbaiki atau meningkatkan ketersediaan (pangan) itu harus dieksplor, digali dan dikembangkan,” ungkapnya.

Pemanfaatan maksimal dan pengurangan bagian yang terbuang dari bahan baku pangan bisa berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan. Hal ini pun dapat dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah, industri pangan serta masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved