Berita Blitar

4 Zat Berbahaya Ditemukan pada Mamin di Pasar Takjil Kota Blitar, Ini yang Dilakukan Dinkes

Dinkes Kota Blitar menguji 60 sampel makanan dan minuman di pasar takjil, Jalan A Yani. Hasilnya, masih ada yang mengandung zat berbahaya

4 Zat Berbahaya Ditemukan pada Mamin di Pasar Takjil Kota Blitar, Ini yang Dilakukan Dinkes
surya/samsul hadi
Petugas Dinkes ketika mengambil sampel makanan di pasar takjil, Jl A Yani, Kota Blitar. 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar menguji 60 sampel makanan dan minuman yang diambil dari pasar takjil, Jalan A Yani. Hasilnya, Dinkes masih menemukan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

"Kami sampaikan langsung ke para pedagang hari ini. Para pedagang juga kami kumpulkan untuk mendapat penyuluhan soal bahan makanan," kata Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kiki Ismaya, Jumat (17/5/2019).

Kiki mengatakan ada empat zat berbahaya pada makanan dan minuman yang diuji laboratoriumkan. Keempat zat berbahaya pada makanan dan minuman tersebut, yaitu, rhodamin B (pengatur warna merah), methanil yellow (pengatur warna kuning), boraks, dan formalin.

Hasilnya, dari empat zat berbahaya itu masih ditemukan tiga zat berbahaya pada makanan dan minuman yang diambil dari pasar takjil.

Ketiga zat yang masih ditemukan pada makanan dan minuman di pasar takjil, yaitu, rhodamin, boraks, dan formalin.

"Dari 60 sampel makanan dan minuman yang kami ambil dari pasar takjil, tidak banyak yang mengandung zat berbahaya. Tapi tetap masih ada. Padahal target kami nol zat berbahaya di pasar takjil," katanya.

Dinkes langsung memberikan pembinaan secara terpisah untuk pedagang yang diketahui makanan dan minumannya mengandung zat berbahaya.

Dinkes meminta pedagang itu untuk menandatangani surat komitmen.

Selain itu, Dinkes juga meminta pedagang itu untuk tidak menjual makanan yang diketahui mengandung zat berbahaya.

"Kalau ke depan masih ditemukan berarti ada unsur sengaja tidak baik. Sekarang kami menganggap unsur tidak sengaja. Mereka mengaku mendapatkan barang dari produsen lain, bukan memproduksi sendiri," katanya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved