Respons Tegas Jenderal TNI Moeldoko Soal Permintaan Maaf Pria Ancam Penggal Jokowi, 'Apa-apaan ini?'

Jenderal TNI Moeldoko mersepon tegas soal kasus HS (Hermawan Susanto), pemuda ancam penggal Presiden Jokowi yang viral baru-baru ini

Respons Tegas Jenderal TNI Moeldoko Soal Permintaan Maaf Pria Ancam Penggal Jokowi, 'Apa-apaan ini?'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko 

SURYA.co.id - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Moeldoko mersepon tegas soal kasus HS (Hermawan Susanto), pemuda ancam penggal Presiden Jokowi yang viral baru-baru ini

Jenderal TNI Moeldoko merasa tidak terima apabila ada orang yang sudah seenaknya berucap di media sosial, kemudian belakangan meminta maaf setelah diproses hukum.

"Apa-apaan ini yang begini? Seenaknya berbuat sesuatu, tapi setelah polisi melakukan satu tindakan, minta maaf," ujar Moeldoko di kantornya pada Selasa (14/5/2019), dilansir dari kompas.com dalam artikel 'Moeldoko: Apa-apaan Ini? Seenaknya Berbuat Sesuatu, Setelah Ditindak Polisi Minta Maaf...'

Seperti diketahui, pemuda berinisial HS (25) itu mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Namun belakangan, ketika polisi menciduknya atas video tersebut, pemuda itu minta maaf dan mengaku emosional.

Selain itu, ada juga seorang pria memprotes pernyataan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengenai perintah tembak di tempat bagi pelaku pengacau keamanan.

Pria yang dikabarkan telah diamankan polisi itu juga melontarkan pernyataan yang sangat provokatif dan membentur-benturkan institusi TNI dengan Polri.

"Yang seperti-seperti itu saya sudah sampaikan kepada Kapolri jangan lagi ada maaf. Tindak saja. Nanti diberi maaf, malah enggak tertib. Yang salah tindak, agar tidak sembarangan tata kramanya. Ingat, ada hukum, ada aturan," ujar Moeldoko.

"Kalau yang seperti itu dibiarkan, nanti negara ini menjadi chaos. Negara ini menjadi anarkis, negara ini menjadi enggak tertib. Negara kita ini harus tertib, enggak boleh lagi ya sembarangan," lanjut mantan Panglima TNI tersebut.

Moeldoko juga menekankan bahwa penegakkan hukum tidak hanya dilakukan bagi barisan tokoh oposisi.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved