Ponpes Wali Barokah Bangun PLTS di Atap Bangunan, Sukses Kepras Biaya Listrik Puluhan Juta

Ponpes Wali Barokah di Kota Kediri mengawali penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell di atap bangunan pondok.

Ponpes Wali Barokah Bangun PLTS di Atap Bangunan, Sukses Kepras Biaya Listrik Puluhan Juta
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Pekerja membersihkan lempengan panel solar cell di atap bangunan Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri, Kamis (16/5/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Ponpes Wali Barokah di Kota Kediri mengawali penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell di atap bangunan pondok.

Jika beroperasi penuh, PLTS ini bakal mampu menghasilkan listrik 521.000 KWh.

Ir Horisworo, Ketua Tim Engineer PLTS Ponpes Wali Barokah menjelaskan, PLTS ini merupakan PLTS terbesar di luar milik pemerintah atau badan negara.

"Kapasitasnya 1.066.000 watt pic satuan solar panel atau setara dengan 220.000 watt," ungkap Horisworo, Kamis (16/5/2019).

Meski menghasilkan tenaga listrik yang sangat besar, namun tidak sampai memutus sambungan listrik PLN. Sesuai ketentuan sebagai pelanggan PLN, maka harus disisakan 40 persen.

Ada tiga gardu yang memasok listrik ke Ponpes Wali Barokah. Dengan dipasangnya PLTS, sejak Oktober 2018 pembayaran rekening listrik setiap bulan turun sekitar Rp 50 juta - Rp 60 juta per bulan.

"Penurunannya sangat signifikan," ungkapnya.

Pembangunan PLTS untuk biaya konstruksi Rp 3,1 miliar. Kemudian bangunan instalasi PLTS mulai solar panel dan perangkatnya serta baterai Rp 7,1 miliar. Luasan panel solar cell yang terpasang berukuran 41 x 40 meter.

Sesuai garansi dari pembuat solar panel mampu bertahan sampai 25 tahun. Ada 40 baterai untuk menyimpan energi setara dengan 50.000 watt. "Usia teknis baterai mencapai 5 tahun," jelasnya.

Dijelaskan Horisworo, penggunaan PLTS sekaligus menjadi syiar agama, kalau di Ponpes Wali Barokah tidak hanya belajar ilmu akhirat, Al Quran dan hadis, tapi juga memanfaatkan teknologi kekinian. "Teknologi ini mempunyai sustainebel sistem yang ramah lingkungan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved