Berita Ekonomi Bisnis

Upaya Mbiz yang Terus Konsisten Mendorong IKM agar Naik Kelas 

Perusahaan marketplace Business to Business (B2B) dan solusi total e-Procurement, Mbiz, agresif mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM)berkembang

Upaya Mbiz yang Terus Konsisten Mendorong IKM agar Naik Kelas 
foto: istimewa
Andik Duana Putra, CCO Mbiz saat mengenalkan Mbizmarket di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan marketplace Business to Business (B2B) yang terintegrasi dengan solusi total e-Procurement, Mbiz, terus agresif mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) berkembang dengan memanfaatkan teknologi internet.

Hal itu sesuai dengan target Pemerintah, pada 10.000 IKM bisa melek digital pada 2020 sejalan dengan program menuju industri 4.0.

Burhan Mulyono, Kasie Pemberdayaan Industri Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan hingga saat ini jumlah IKM yang sudah bergerak menggunakan digital sekitar 10 persen dari target tersebut.

"Kami yang di pusat terus mendorong industri kecil menengah ini untuk mendigitalisasikan produknya supaya lebih baik dan dikenal konsumen, apalagi ini menuju program 4.0," kata Burhan, di sela-sela Buka Bersama dan Edukasi MBizmarket Untuk Pemberdayaan UMKM, Selasa (14/5/2019) malam.

IKM atau UMKM sangat perlu didorong untuk masuk era digital baik dari segi produksi, pengemasan dan pemasaran. Menurutnya, dalam meningkatkan UMKM perlu melibatkan dinas-dinas terkait di daerah.

"Kami tidak bisa sendiri harus ada sinergi dalam memajukan IKM. Dari dinas-dinas perlu ada dukungan pelatihan maupun pendampingan, fasilitas izin dan label termasuk melibatkan perusahan e-commerce dan perusahaan teknologi," ungkapnya.

Burhan menambahkan, tidak dipungkiri bahwa IKM hingga saat ini masih banyak mengalami kendala terutama kemasan produk yang tidak sesuai dengan keinginan pasar masa kini, misalnya produk keripik tempe yang hanya dibungkus plastik dan label dari kertas yang diprint.

"Nah produk keripik tersebut, kertasnya ada tintanya, ini juga bisa berbahaya. Lalu konsumen sekarang inginnya barang yang berlabel halal, jadi masih banyak tahapan-tahapan yang dilalui para IKM ini," imbuhnya.

Sementara itu, Andik Duana Putra, Chief Commercial Officer (CCO) Mbiz menambahkan, pihaknya hadir mengakselerasi penerapan e-Procurement di kalangan perusahaan-perusahaan blue chip dan berskala enterprise melalui platform Mbiz.co.id.

"Kami menemukan fakta bahwa progres digitalisasi pengadaan barang dan jasa efektif dalam meningkatkan efisiensi, produktifitas, dan kinerja keuangan. Kami ingin dampak positif tersebut juga bisa dirasakan oleh bisnis daripada berbagai skala, termasuk IKM dan UMKM," ungkap Andik.
Hal itu pula yang mendorong pihaknya memperluas jangkauan layanan dan manfaat dengan meluncurkan Mbizmarket.

Menurut Andik, selama ini besarnya biaya pembangunan dan pengembangan sistem, serta persoalan sumber daya sering menjadi kendala dalam melakukan transformasi digital dibidang pengadaan barang dan jasa.

"Dengan kejadiran Mbizmarket, kendala tersebut diharapkan tidak ada lagi. Sebab platform ini memampukan semua perusahaan, termasuk UMKM sekalipun," tandas Andik.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved