Berita Mojokerto

Pesan Terakhir Eko, Korban Pembunuhan yang Jasadnya Dibakar dan Buang ke Lahan Jagung di Mojokerto

Lailli Fitria (28), Istri Korban pembunuhan yang jasadnya dibakar, Eko Yuswanto (32), menuturkan suaminya sempat mengirim pesan singkat.

Pesan Terakhir Eko, Korban Pembunuhan yang Jasadnya Dibakar dan Buang ke Lahan Jagung di Mojokerto
foto: febrianto ramadani
Lailli Fitria (28), istri korban pembunuhan Eko Yuswanto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Lailli Fitria (28), Istri Korban pembunuhan yang jasadnya dibakar, Eko Yuswanto (32), menuturkan suaminya sempat mengirim pesan singkat mellaui ponsel sebelum kejadian.

Pesan singkat tersebut mengingatkan istrinya, Laili, untuk menyuruh karyawannya menimbang barang rongsokan yang sudah digiling.

Warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terlihat sesekali mengusap air matanya dengan kerudung ketika memeberikan penelasan kepada  media di rumah duka, Rabu Sore (15/5/2019).

Menurut Lailli, pembunuh istrinya sempat menawarkan barang rongsokan kepada korban untuk di ambil di Mojosari. Kemudian, Suaminya pamit untuk mengambil barang rongsokan ke Mojosari sendirian pada Minggu siang (15/5/2019).

Akan tetapi, lanjut Lailli, Setibanya di lokasi, Sang suami ketemu pelaku, Priono (38) yang sudah menawarkan barang rongsokan sebelumnya untuk mengambil barang tersebut, masih menunggu di luar gudang bersama pelaku dengan alasan kunci gudang masih dibawa oleh anak pelaku. Sehingga, korban menunggu bersama pelaku.

"Pada pukul dua siang, Minggu (12/5/2019), suami saya pamit ambil barang. Tapi, barangnya belum datang, jadi nunggu di luar gudang bersama Priono. Tapi, kata suami saya, gudang terkunci karena kuncinya dibawa anaknya Priono," jelas Laili.

Mendengar kabar suami belum pulang, dia lantas melalui pesan singkat menyuruh sang suami untuk pulang . Tetapi, pesan tersebut tidak sempat dibalasnya.

Masih kata Lailli, beberapa lama kemudian, dia dapat pesan singkat dari sang suami untuk menyuruh para pegawainya menimbang barang rongsokan dan menaruh barang yang sudah digiling untuk ditaruh di Rumah Mak Nanah.

Sedang terkait  motif pembunuhan diduga karena cekcok dengan sang istri pelaku soal masalah anak, Lailli menganggap bahwa hal itu sudah tidak mungkin, karena kejadiannya sudah dua tahun lalu.

"Saya tidak tahu apakah istri pelaku masih mempunyai dendam atau tidak kepada saya. Saya sudah tidak mempermasalahkannya, karena terjadi dua tahun  lalu." Katanya

Pasca terungkapnya pembunuhan dan pembakaran jasad sang suami yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, Priono, Lailli berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat beratnya .


 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved