Guru TIK di Jember Diminta Tingkatkan Kualitas SDM Melalui DTS

Sembari bukber, Pemkab Jember menggelar sosialisasi program Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember

Guru TIK di Jember Diminta Tingkatkan Kualitas SDM Melalui DTS
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sosialisasi DTS 2019 oleh Pemkab Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar sosialisasi program Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Rabu (15/5/2019).

Sosialisasi itu melibatkan 500 guru mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikasi) SMK, SMA, dan SMA Luar Biasa se-Kabupaten Jember.

Sosialisasi itu diikuti dengan kegiatan buka puasa bersama dengan Bupati Jember Faida.

"Biasanya buka bersama itu kan dengan anak yatim piatu, atau dengan anak-anak keluarga tidak mampu. Tetapi hari ini spesial, buka puasa bersama guru-guru TIK SMA, SMK, juga SMA Luar Biasa se-Kabupaten Jember. Kalau di sekolahnya tidak punya guru TIK, tetap ada yang mewakili minimal satu orang," ujar Bupati Jember, Faida dalam pidatonya.

Menurutnya, kegiatan buka bersama yang diawali kegiatan sosialiasi perihal DTS 2019 itu spesial. Bupati Faida menegaskan DTS merupakan program bagus dari pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang harus didukung oleh Pemkab Jember.

"Program ini sangat bagus, karena untuk meningkatkan skill sumber daya manusia. Membangun gedung atau insfrastruktur itu mudah, selama ada gambar dan dananya bisa segera dilaksanakan. Tetapi membangun SDM itu butuh proses, waktu lama. Karenanya program yang bagus untuk peningkatan SDM ini harus didukung penuh," tegas Bupati Faida.

Seperti diberitakan, Kementerian Kominfo RI memiliki program beasiswa pendidikan non-formal bersertifikat internasional bernama DTS 2019. Ada empat akademi di DTS 2019 yakni Vocational School Graduate Academy (FSGA), Fresh Graduate Academy (FGA), Online Academy (OA), dan Coding Teacher Academy (CTA). Program CTA diperuntukkan bagi guru-guru TIK SMK, SMA dan SMA-LB.

Karenanya dengan sosialisasi itu, nantinya para guru TIK sekolah menengah atas dan sederajat di Kabupaten Jember bisa ikut di program CTA.

"Saat ini bulan Puasa, sangat penting mendengarkan ceramah salah satunya tentang kemajuan teknologi. Apalagi para guru-guru TIK ini saya harapkan meningkatkan kemampuan keilmuannya di bidang TIK melalui program DTS ini. Tentunya nanti bisa menunjang ketrampilan mengajar, sehingga bisa memberikan pencerahan yang benar untuk anak-anak generasi milenial," tegas Faida.

Dalam pidatonya, Bupati Faida memaparkan perihal teknologi informasi dan komunikasi, juga pergeseran budaya akibat TIK tersebut. Bupati Faida juga memaparkan tentang sisi negatif TIK, antara lain penyebaran informasi tidak benar (hoaks), juga persekusi secara online di media sosial. Bahkan bupati perempuan pertama di Jember itu juga mencontohkan sejumlah informasi hoaks yang beredar melalui internet.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved