Mengenang Korban Bom Surabaya

BNPT: Anak-anak Pelaku Pengeboman Surabaya Dibina Ahli Psikologi dan Tokoh Agama

BNPT terus melakukan upaya deradikalisasi terhadap anak-anak pelaku pengeboman Surabaya tahun 2018. Ini langkah-langkah yang mereka lakukan.

BNPT: Anak-anak Pelaku Pengeboman Surabaya Dibina Ahli Psikologi dan Tokoh Agama
Twitter
(foto dok) Salah satu anak pelaku bom di Polrestabes Surabaya yang selamat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berupaya melakukan deradikalisasi terhadap kelompok maupun individu yang berpotensi terpapar paham radikalisme.

Upaya ini dilakukan pula terhadap tujuh anak pelaku terorisme bom Surabaya yang kini diasuh oleh Kemensos?

Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof DR Irfan Idris MA mengatakan, deradikalisasi itu ditujukan pada Mantan Narapidana Terorisme (Napiter) dan mantan napiter.

"Sedangkan bagi anak-anak yang jadi korban pelaku bom Surabaya, diberi pembinaan dan pendampingan bersama ahli psikologi dan tokoh-tokoh agama," ujarnya saat dihubungi Surya melalui sambungan telepon kemarin.

Irfan menjelaskan, BNPT tidak sendiri melakukan program deradikalisasi. Katanya, deradikalisasi merupakan program sinergitas yang melibatkan Kementerian terkait untuk bersama-sama melakukan pembinaan.

"Strategi pencegahan ditingkatkan dengan bentuk kesiapsiagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi," ungkapnya.

Menurut dia, hampir semua daerah berpotensi ada kelompok maupun perorangan yang diduga terpapar paham radikalisme.

Karena itulah pihaknya meminta seluruh golongan instansi maupun masyarakat untuk bersama-sama lebih protektif mengantisipasi adanya aksi terorisme.

"Semua wilayah Indonesia wajib diwaspadai tempat berseminya paham radikal," jelasnya.

Selain itu, BNPT Juga berkonsolidasi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat agar mewaspadai aksi terorisme, khususnya di Jawa Timur.

"FKPT melaksanakan upaya pencegahan secara masif dengan mengajak segenap kelompok masyarakat meningkatkan kewaspadaan," pungkas Irfan. (don).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved