Anjing Pelacak Diturunkan Untuk Mengendus Pelaku Kasus Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang

Setelah mengendus barang bukti yang diduga pakaian pelaku dan sepasang sandal jepit, anjing pelacak langsung berlari menjauhi TKP sejauh 500 meter

Anjing Pelacak Diturunkan Untuk Mengendus Pelaku Kasus Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Polisi menurunkan anjing pelacak untuk mengendus pelaku mutilasi di pasar besar kota Malang, Rabu (15/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Penyelidikan untuk menungkap identitas korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang serta pelakunya, masih terus dilakukan polisi. 

Bahkan, polisi mulai mengerahkan anjing pelacak untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk tambahan, Rabu (12/5/2019).

Setelah mengendus barang bukti yang diduga pakaian pelaku dan sepasang sandal jepit, anjing pelacak bernama Sera langsung berlari menjauhi TKP sejauh 500 meter ke luar gedung.

Sera keluar gedung melalui pintu belakang Pasar Besar dan lari ke arah selatan menuju Jalan Moh Yamin, Kelurahan Sukoharjo.

Dari situ, anjing pelacak milik Unit Polisi Satwa Polres Malang Kota masuk ke gang V dan berhenti di Kantor BRI tepat di samping Jalan RE Martadinata.

"Anjing pelacak mengendusnya sudah sampai situ. Mau melanjutkan sudah kebingungan," kata Kanit Polisi Satwa Polres Malang Kota, Aiptu Imam Muhson Ridho, Rabu (15/5/2019).

Anjing Pelacak yang Cari Jejak Pelaku Mutilasi Tubuh Wanita di Malang Terhenti di Lokasi Ini

Terungkap 4 Nama di Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang, Polisi Diterjunkan Mencari Orangnya

Polisi Temukan Pakaian yang Diduga Milik Korban Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang

Anak SD Berkebutuhan Khusus Meninggal dengan Luka Robek di Leher. Apa Penyebabnya?

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang memasang CCTV di jalur yang dilalui anjing pelacak, diharap untuk membuka agar pelaku mutilasi dapat segera ditemukan.

"Sebenarnya kami juga mencari alat yang digunakan pelaku untuk mengeksekusi korban. Hanya saja tidak berhasil," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan saat ini polisi tengah berupaya mengungkap teka-teki kasus mutilasi di Pasar Besar. Polisi kata dia, tengah fokus mencari alat bukti utama yakni alat yang digunakan pelaku untuk membunuh dan memotong tubuh korban.

"Selain jejak pelaku, kami juga mencari barang bukti terutama alat yang digunakan untuk pelaku melakukan tindak pidana kejahatan tersebut," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved