Citizen Reporter

Sarip Tambak Oso Milenial Berjuang Lewat Literasi

Kalau dulu Sarip Tambak Oso berjuang mengusir penjajah bersenjatakan golok, kini, Sarip Tambak Oso berjuang dengan kemampuan literasi.

Sarip Tambak Oso Milenial Berjuang Lewat Literasi
ist/citizen reporter
Ludruk Literasi dengan lakon Sarip Tambak Oso Milenial 

SURYA.co.id | Sarip Tambak Oso adalah salah satu pahlawan yang ada dalam cerita rakyat Jawa Timur. Jika di Jakarta ada Si Pitung, maka di Jawa Timur punya Sarip Tambak Oso. Kedua pahlawan itu berjuang melawan penjajahan Belanda menggunakan senjata golok. Lalu bagaimana di era milenial ini? 

Petugas taman bacaan se-wilayah Kecamatan Wonokromo memberikan jawabannya. Itu tersaji dalam bentuk tampilan Ludruk Literasi dengan judul Sarip Tambak Oso Milenial. Seni ludruk kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pandawa (Pembelajaran Dunia Anak yang berwawasan).

Ludruk kali ini berbeda dengan ludruk lainnya. Karena dalam ludruk ini, sang tokoh melawan penjajah melalui jalan literasi yaitu 5M. Itu adalah kemampuan seseorang dalam berliterasi yang terdiri atas membaca, memahami, me-resume, menceritakan kembali, dan menulis.

Sarip Tambak Oso Milenial dinikmati oleh siswa-siswi SD Bina Putra yang dan bertempat di Jalan Ngagelrejo Utara.

Selain menikmati tampilan ludruk literasi, masih ada kegiatan fun game yaitu balon literasi. Balon literasi ini berisi pertanyaan seputar pengalaman literasi siswa seperti menyebutkan judul buku yang pernah dibaca.

Kegiatan itu berlangsung Kamis (28/3/2019) pukul 09.00-11.30. Sengaja dipilih tampilan ludruk karena dengan cara ini siswa lebih mudah memahami cerita sekaligus menerima pesan yang ingin disampaikan. Melalui cara seperti ini siswa mendapatkan banyak keuntungan yaitu memahami cerita rakyat, mengerti komponen 5M dalam berliterasi, dan mengasah kemampuan literasi siswa.

Semua siswa SD Bina Putra hadir dan bersukacita dalam kegiatan itu. Itu seperti yang disampaikan Yuli, Kepala SD Bina Putra. Menurutnya, kegiatan seperti itu selalu dinantikan anak-anak. Dengan kegiatan semacam ini, anak-anak lebih mudah menyerap informasi karena mereka bersenang-senang sambil belajar.

Nur Hayati, Petugas Perpustakaan Kelurahan Ngagelrejo
Anggota FLP Surabaya
perpusngagelrejo@gmail.com

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved