Berita Banyuwangi

Puluhan Penerima Program Keluarga Harapan Banyuwangi Dilatih dan Diberi Mesin Las

Para penerima PKH tersebut juga diberi alat mesin las. Mereka dilatih selama lima hari, sejak Senin (13/5/2019) hingga Jumat (17/5/2019).

Puluhan Penerima Program Keluarga Harapan Banyuwangi Dilatih dan Diberi Mesin Las
Surabaya.Tribunnews.com/Haorrahman
Puluhan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Banyuwangi mendapat pelatihan mengelas dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Sosial. 

SURYA.co.id | BANYUWNGI  - Puluhan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Banyuwangi, mendapat pelatihan mengelas dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Sosial. Para penerima PKH tersebut juga diberi alat mesin las.

Mereka dilatih selama lima hari, sejak Senin (13/5/2019) hingga Jumat (17/5/2019).

Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, menjelaskan program ini merupakan kerjasama antara dua kementerian untuk penumbuhan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Sesuai permintaan pemerintah Banyuwangi, saat ini yang lagi dibutuhkan adalah tenaga pengelasan. Karena saat ini kebutuhan pasar membutuhkan banyak tempat pengelasan," kata Gati.

Dengan pelatihan dan pemberian mesin las ini diharapkan para penerima PKH bisa keluar dari keterbatasan ekonomi.

Gati mengatakan, untuk saat ini bantuan dan pelatihan diberikan pada 20 orang dari empat kecamatan di Banyuwangi. Masing-masing orang diberi satu alat mesin trafo las, alat pemotong, bor tangan, kompresor, tool set dan genset.

"Ini adalah pilot project. Selanjutnya kami akan evaluasi. Kalau program ini berhasil, akan kami lanjutkan. Kalau tidak berhasil, terpaksa kami hentikan," katanya.

Tidak hanya pelatihan, penerima bantuan juga bakal mendapat fasilitas legalitas usaha, pengembangan pasar berbasis digital dan penyediaan akses ke sumber pembiayaan.

Selain di Banyuwangi, pelatihan dan bantuan ini bakal berlanjut di Kota Magelang. Sementara jumlah nilai bantuan yang diberikan di Banyuwangi sebanyak Rp 250 juta.

Sejak tahun 2015 sampai 2018, Kemenperin telah memberikan bimbingan teknis kepada 44.294 pelaku IKM dan fasilitas legalitas usaha kepada 11.289 IKM. Sementara di tahun 2019 pihaknya menargetkan penumbuhan wirausaha baru sebanyak lebih dari 3000 wirausaha.

"Ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,52 persen dan kontribusi terhadap PDB Industri Non Migas sebesar 19,62 persen," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved