Citizen Reporter

Pentas Wayang Krucil, Wujud Apresiasi Seni Warga Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Wagir, Kab Malang

Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang memiliki kesenian wayang krucil yang dilestarikan sampai sekarang.

Pentas Wayang Krucil, Wujud Apresiasi Seni Warga Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Wagir, Kab Malang
foto: istimewa
Warga Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang siap mementaskan wayang krucil sebagai bentuk pelestarian seni budaya tradisi. 

Keragaman budaya di Indonesia menjadi bukti kekayaan tersendiri. Tanah Jawa memiliki budaya sebagai hiburan sekaligus wadah pengetahuan. Salah satunya wayang. Keanekaragaman jenis wayang di Indonesia juga memengaruhi jenis cerita yang digunakan.

Popularitas wayang dipengaruhi perkembangan zaman. Salah satunya adalah wayang krucil. Masyarakat belum begitu mengetahui mengenai wayang krucil karena kalah eksis dengan wayang purwo.

Dusun Wiloso, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang memiliki kesenian wayang krucil yang dilestarikan sampai sekarang. Wayang krucil itu dipertontonkan kepada masyarakat sekitar.

Masyarakat luar desa masih awam dengan keberadaan wayang krucil Wiloso karena terbatasnya literatur dan informasi.

Wayang ini berada di sekitar Gunung Katu membuat wayang krucil itu disebut juga sebagai Wayang Krucil Ereng-ereng Gunung Katu.

Wayang Krucil Wiloso dibawa seniman bernama Mentaram atau biasanya dipanggil Mbah Taram dari Desa Putat, Kabupaten Sidoarjo.

Ia pemilik awal wayang krucil di desa itu sekaligus orang mengenalkan kepada masyarakat sekitarnya. Ia membawa wayang krucil sekitar 1896-1910 ke Desa Gondowangi.

Wayang krucil Wiloso terbuat dari kayu pule. Jenis kayu itu jarang dijumpai kembali di Malang. Oleh karena itu, sulit menduplikasi wayang dengan bahan yang sama. Duplikasi itu sangat penting karena ada beberapa wayang yang rusak. Usia wayang krucil Wiloso itu lebih dari 120 tahun.

Mbah Taram mewariskan kesenian wayang krucil kepada Mbah Saniyem sebagai pewaris ke- 8. Usia Mbah Saniyem sekarang sekitar 90 tahun.

Wayang krucil yang ada di Gondowangi itu memiliki 75 karakter. Akan tetapi, ada 10 wayang yang tidak diketahui dan wayang yang dipakai dalang berjumlah 65 karakter.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved