Citizen Reporter

Melihat Sejarah Radio di Surabaya Bersama Surabaya Heritage Track

RRI punya riwayat panjang dalam kisah perjuangan di Surabaya. Itulah yang coba ditampilkan Surabaya Heritage Track

Melihat Sejarah Radio di Surabaya Bersama Surabaya Heritage Track
ist/citizen reporter
Mencoba pengalaman menjadi penyiar di RRI Surabaya lewat program yang digelar Surabaya Heritage Track. 

SURYA.co.id | Radio adalah salah satu saluran media komunikasi massa yang befungsi untuk memberikan informasi atau berita kepada masyarakat.

Di Surabaya masa lalu, radio punya peranan penting untuk menggerakkan para pejuang merebut kemerdekaan. 

Itulah yang coba ditampilkan Surabaya Heritage Track (SHT), salah satu program dari Museum House of Sampoerna.

Dari sejumlah tempat yang dikunjungi bus SHT, salah satunya ada Radio Republik Indonesia (RRI) di Surabaya. 

Sebanyak 20 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti dari Jawa tengah, Bali, Jawa Timur bahkan ada yang dari Belanda untuk mengikuti SHT dengan bus dari House of Sampoerna.

Perjalanan dimulai pukul 10.000-11.30. Bus berkeliling Surabaya serta mengunjungi RRI Surabaya untuk mengetahui sejarah. Selama perjalanan, peserta dipandu Aji Destiawan dari House of Sampoerna. Aji menjelaskan asal RRI secara rinci.

“Radio merupakan salah satu media komunikasi yang diresmikan pada 1920. Di Indonesia, ada saluran radio yakni RRI yang berdiri 11 September 1945. Karena desakan Jepang juga akhirnya radio ini mulai aktif dan melakukan siaran,” ujar Aji.

Dini N Wardani sebagai pemandu dari RRI menyambut dengan senang hati karena RRI memiliki istilah lain yakni Rumah Rakyat Indonesia. Artinya, ketika ada masyarakat datang ke bangunan bersejarah itu maknanya berarti mereka kembali pulang ke rumahnya yakni di RRI itu.

“Dulu bangunan ini pernah dibakar arek-arek Suroboyo yang saat itu tidak terima atas perlawanan Sekutu untuk menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan 1945. Akan tetapi, sekarang sudah diperbaiki dan dijadikan siaran radio sampai saat ini,” ujar Dini.

Di sana para pengujung dipersilakan melihat piringan hitam yang dikoleksi RRI serta dapat melihat tulisan-tulisan sejarah peresmian di dalam gedung RRI.

Ada juga kesenian tradisional yang akan disiarkan langsung. Semua peserta disilakan untuk melihat serta mendengarkan sejarah yang disampaikan pemandu dari RRI yang terletak di lantai 2 gedung RRI Surabaya.

RRI Surabaya saat ini memiliki Pro 1- Pro 4 yang memiliki siaran yang berbeda-beda dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di zaman milenial ini radio masih tetap memberikan siaran serta informasi yang terbaik untuk masyarakat.

Penulis : Muna Alfadlilah, Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved