Citizen Reporter

Guru Pembelajar Tak Pernah Berhenti

Dengan status PNS dengan jabatan fungsional, guru wajib terus mengembangkan diri secara berkala sesuai yang diamanatkan oleh perundang-undangan.

Guru Pembelajar Tak Pernah Berhenti
ist/citizen reporter
Diklat Penyusunan Penilaian Angka Kredit yang digelar Asosiasi Kepala Tata Usaha Sidoarjo-Surabaya bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya 

SURYA.co.id | Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki tugas utama mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai, dan mengevaluasi murid pada jalur pendidikan formal di berbagai jenjang.

Tugas utama itu bisa diemban dengan baik jika setiap guru memiliki komitmen untuk terus mengembangkan diri secara profesional.

Ditambah dengan status Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan fungsional, guru wajib terus mengembangkan diri secara berkala sesuai yang diamanatkan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Pengembangan profesi itu meliputi berbagai kegiatan pada unsur utama yang meliputi pendidikan, melakukan proses pembelajaran, serta Pengembangan Profesi Guru Pembelajar yang meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan menghasilkan berbagai karya inovatif.

Selain unsur utama itu, guru dalam jabatan fungsional juga dapat mengembangkan diri dengan berbagai tugas tambahan yang mendukung atau relevan dengan tugas guru.

Salah satu tolok ukur pengembangan profesi guru dalam jabatan fungsional adalah terpenuhinya perolehan angka kredit sebagai dasar untuk kenaikan pangkat, jabatan, dan golongan. Jika guru dalam jabatan fungsional mengabaikan pengembangan profesi maka yang terjadi adalah terhambatnya karier keprofesian guru itu.

Itu yang kemudian mendasari Asosiasi Kepala Tata Usaha Sidoarjo-Surabaya bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya menyelenggarakan Diklat Penyusunan Penilaian Angka Kredit.

Kegiatan dilaksanakan Jumat-Minggu (5-7/4/2019) di Aula SMK Negeri 6 Surabaya. Sebanyak 301 guru SMA, SMK, dan guru Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus yang ikut berpartisipasi. Ada beberapa narasumber yang memberikan materi yaitu, Suci Lestari, Endang Wahyu Rijani, Yovita Titik Ernawati, dan Toifatul Muslimah. Semua narasumber merupakan penilai angka kredit Provinsi Jawa Timur.

Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan itu. Para peserta diberi bekal tantang menyusun Daftar Usul Penetapan Angka Kredit, menyusun karya tulis ilmiah, menyusun modul pembelajaran.Selain itu para peserta juda dilatih untu dapat menyusun laporan kegiatan pengembangan diri.

Model yang digunakan dalam diklat itu menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk terlibat secara aktif karena dapat berpraktik secara langsung. Dengan bimbingan fasilitator dari tim penilai angka kredit Provinsi Jawa Timur peserta dapat juga secara langsung melakukan tanya jawab atas segala hal yang belum diketahui terutama permasalahan-permasalahan yang dihadapi ketika ingin naik pangkat.

Tantangan guru abad ke-21 semakin dinamis. Tidak hanya bagaimana guru harus menyajikan menu pembelajaran yang berkualitas bagi pengembangan kompetensi murid, tetapi juga mengembangkan diri untuk memenuhi hak setiap guru dalam pengembangan karier keprofesian. Di situlah esensinya, setiap guru harus menjadi guru pembelajar.

Penulis : Abdul Majid Hariadi, SMK Negeri 1 Sidoarjo

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved