Berkah Ramadan, Penjual Buah Krai Raih Omset Rp 2 Juta per Hari

Setiap Ramadan, di Banyuwangi banyak ditemui buah Krai. Para pedagangnya pun kebanjiran rejeki. Omzetnya bisa tembus Rp 2 juta per hari.

Berkah Ramadan, Penjual Buah Krai Raih Omset Rp 2 Juta per Hari
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Pedagang buah krai di Banyuwangi yang panen rezeki tiap Ramadan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Setiap Ramadan, di Banyuwangi banyak ditemui buah Krai. Buah ini kerap diburu oleh pembeli karena menjadi bahan utama minuman yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Para pedagang pun panen rezeki, omsetnya bisa mencapai Rp. 2 juta perhari

Bentuk buah krai mirip dengan timun suri namun dengan daging buah yang berwarna orange cerah. Warna kulitnya cenderung kuning dengan sulur kehijauan. 

Rasa buah ini hampir sama dengan buah blewah, namun tekstur daging buahnya lebih lembut. Aroma buah yang masak juga jauh lebih harum dibanding blewah.

Buah ini biasanya disajikan dengan air gula yang sudah dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Di campur es batu, hmmm rasanya makin nikmat dan segar.

Selama bulan Ramadan banyak pedagang dadakan yang menjual buah krai di Banyuwangi. Salah satu pedagang yang berjualan buah krai adalah Suripah (60) bersama anaknya Ana (32).

Suripah berjualan di pinggir jalan nasional Kabat-Banyuwangi bersama dengan beberapa pedagang lainnya.

Tempat ini sejak lama memang telah menjadi pusat penjualan buah krai selama Ramadan di Banyuwangi.

“Pertama kali yang berjualan di kawasan sini adalah Bapak saya, mulai tahun 80-an. Bapak satu-satunya pedagang di sini. Dulu masih memakai alas tikar untuk berjualan, tidak pakai lapak seperti sekarang. Sekarang saya dan ibu yang meneruskan usaha ini,” kata Ana saat menceritakan awal keluarganya berjualan buah musiman ini.

Lapak Ana dan ibunya mulai dibuka pada jam 07.00 wib hingga jam 17.00 sore. Buah Krai dijual secara eceran atau bijian oleh Ana dan ibunya. Harganya mulai Rp. 3.000 untuk ukuran yang paling kecil dan Rp. 20 ribu untuk ukuran terbesar. Dalam satu hari omsetnya bisa mencapai Rp. 2 juta atau jika sedang sepi minimal bisa mengantongi Rp. 700 ribu.

“Alhamdulillah karena adanya cuma bulan puasa, ya setiap jualan diserbu pembeli. Kami sendiri mulai jualan sudah sejak puasa kurang dua hari, biasanya nanti sampai beberapa hari setelah lebaran. Maklum, banyak pemudik yang juga kangen buah ini, banyak plat mobil luar kota yang mampir beli,” kata Ana.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved