Lifestyle

Modestwear Eco Friendly, Padu Padan Polyester dengan Karung Goni dari Pasar Ngemplak Tulungagung

Yelinda Kusuma Rahardjo, mahasiswa semester delapan program pendidikan Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra mewujudkannya lewat odestwear.

Modestwear Eco Friendly, Padu Padan Polyester dengan Karung Goni dari Pasar Ngemplak Tulungagung
surya.co.id/sugiharto
Modestwear dengan variasi kain goni bertema Think Globally, Act Locally karya mahasiswa Universitas Ciputra, Yelinda Kusuma Rahardjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berhijab bukan halangan bagi perempuan untuk tetap tampil modis. Banyak busana muslimah memiliki desain unik dan tetap mengikuti perkembangan zaman.

Yelinda Kusuma Rahardjo, mahasiswa semester delapan program pendidikan Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra mewujudkannya lewat karya odestwear atau busana muslim dengan konsep Modestwear Eco Friendly.

Yelin, sapaan akrab Yelinda, mengatakan dalam konsep busana tersebut, ia memadukan polyester dan kain goni bekas sebagai variasinya. Ia menggunakan kain polyester berkualitas premium dari PT Gistex, sementara kain goninya ia dapatkan dari pasar Ngemplak, Tulungangung.

"Inspirasi awalnya saya dapat dari melihat tumpukan kain goni tidak terpakai di warung kopi depan rumah saya di Tulungagung. Saya lihat pola kain ini lucu, mirip dengan rajutan, kalau diaplikasikan ke sepatu atau tas kan sudah biasa ya. Nah ini saya coba mengaplikasikannya di baju," jelas Yelin.

Imbuhnya kain-kain goninya dikumpulkan dari beberapa pedagang dari pasar tersebut. Untuk menjaga kualitas dan sterilisasi kain goninya dari kuman, Yelin turun tangan mengolahnya sendiri sebelum siap dijahit.

Diceritakannya, dalam memproses kain goninya. Hal yang pertama ia lakukan adalah melepasi jahitan di sisi kain goni, sehingga bentuknya yang semula karung, berubah menjadi lembaran.

Setelah berbentuk lembaran, kain-kain itu dicelupkannya ke air bersih berulang kali. Sampai air bersih tidak menjadi keruh apabila dicelupi kain goni.

"Kalau nggak salah airnya diganti sebanyak 12 kali. Pokoknya kalau goni itu dicelup air bersih airnya jadi nggak keruh, saya berhenti," jelas perempuan asli Tulungagung itu.

Selanjutnya, kain-kain goni yang sudah dicelup air bersih, direndam dalam bak cairan alkohol. Proses ini, menurit Yekin berfungsi untuk membubuh bakteri yang ada pada kain tersebut.

"Setelah kainnya dipastikan bersih dan bakteri-bakterinya mati. Baru saya buatkan pola, lalu saya serahkan ke penjahit," imbunya.

Halaman
123
Penulis: Hefty's Suud
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved