Citizen Reporter

Tari Polah Terinspirasi Remaja yang sedang Menggapai Mimpi

Polah terinspirasi dari gerak seseorang dan pengalaman ketika berjuang mencapai cita-citanya.

Tari Polah Terinspirasi Remaja yang sedang Menggapai Mimpi
foto: istimewa
SMKN 12 Malang memiliki karya seni tari yang diciptakan Tisha Devi Kusuma berjudul Tari Polah. 

TARIAN  menjadi salah satu ekspresi seni yang sarat makna. SMKN 12 Malang memiliki karya seni tari yang diciptakan Tisha Devi Kusuma yang berkolaborasi dengan Ekskul Karawitan SMKN 12 Malang.

Tari berjudul Polah itu menceritakan kisah seorang anak remaja. Polah terinspirasi dari gerak seseorang dan pengalaman ketika berjuang mencapai cita-citanya. Ia harus menghadapi banyak pengaruh saat menggapai kesuksesan. Akan tetapi, dia tetap berkonsisten dengan niat yang penuh keyakinan dan berprinsip pada doa restu dan harapan orang tuanya di desa.

Dinamakan polah karena artinya tindakan. Dari situ penonton bisa melihat tindakan apa dan usaha apa yang diperjuangkan para remaja zaman sekarang untuk mencapai mimpinya.

Bagaimana sikap anak muda dalam menghadapi pergaulan yang ada di lingkungan sekitarnya. Semua gejolak yang dirasakan para remaja zaman sekarang tercurahkan dalam tarian.

Dengan iringan musik yang dirancang Fajar Choirul Gus Nasir, tari ini semakin menonjolkan kisah cerita yang penuh makna.

Tari Polah terbentuk pada 18 Februari 2019. Proses pembuatannya membutuhkan waktu satu bulan.

Dengan niat, bakat, dan keyakinan yang tinggi seluruh tim karawitan dan tari berlatih setiap hari dengan tekun sampai hari H. Semua itu mereka lewati hanya dengan waktu 13 hari.

Mereka tampil prima saat Pameran dan Pagelaran Karya Guru Seni Budaya SMA/SMK Negeri dan Swasta Kota Malang, dalam ajang yang diberi nama Guru Unjuk Gigi (GUG) 2019 yang bertempat di Malang City Poin Mall, Malang, Sabtu (13/3/2019).

Tari Polah pertama ditarikan lima siswa Tradance Smechatwolasma, yaitu Risma Zanuar Fitri (XI AK-4), Veni Septika (XI AK-4), Sabita Septia Hapsari (XI AK-1), Amalia Rizki Maulidyah (X AK-4), dan Mila Uswatun Khadanah (X AK-4).

Kostum yang digunakan berwarna pokok yaitu hitam, merah, dan gold. Hitam menandakan kegigihkan, kekokohan, juga pengaruh negatif yang menyelimuti tokoh remaja yang sedang menggapai mimpinya.

Merah menggambarkan keberanian dan ketegasan dalam melawan segala hal yang menghampirinya dari dunia luar yang belum pernah dia datangi dalam mencapai harapannya. Gold yang muncul pada aksesori di kepala sang penari menyimbolkan arti kesuksesan yang diraihnya.

Mencintai budaya itu indah. Ayo lestarikan budaya Indonesia. Itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat, sekarang!

Mila Uswatun Khasanah
Siswa SMKN 12 Malang
Pegiat dan pecinta seni tradisi
uzwatun2003@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved