Ramadan 2019

Risiko Batu Saluran Kencing Meningkat 5 Persen Saat Puasa, Ini Cara Mengatasinya

Saat puasa jumlah air kencing berkurang dan menguning. Hal ini menunjukkan reaksi minimnya asupan cairan

Risiko Batu Saluran Kencing Meningkat 5 Persen Saat Puasa, Ini Cara Mengatasinya
Ist
Ilustrasi puasa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saat puasa jumlah air kencing berkurang dan menguning.

Hal ini menunjukkan reaksi minimnya asupan cairan yang diterima selama berpuasa.

Spesialis Urologi, Prof Dr dr Soetojo SpU mengungkapkan kondisi minimnya konsumsi cairan selama puasa, khususnya air mineral akan meningkatkan resiko menderita batu saluran kencing hingga lima persen dibandingkan saat tidak puasa.

Baru saluran kemih merupakan kondisi dimana terbentuknya batu di saluran keluarnya urine.

Ia dapat berada di ginjal, ureter, kandung kemih maupun uretra.

"Jadi minumnya harus dijaga sama seperti saat tidak puasa. Karena kalau tidak urinenya pekat dan gangguan ginjal. Makan dikurangi tidak apa, minum tetap tiga liter normalnya," urai pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Konsumsi air putih selama puasa bisa dimaksimalkan pada saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa dan juga saat sahur.

Selain itu, cairan tidak hanya didapatkan dari minuman saja.

Bisa dengan mengonsumsi buah-buahan atau sayur yang memiliki kandungan air tinggi.

Seperti semangka, tomat, stroberi, atau timun.

"Dengan asupan cairan yang cukup bisa mengantisipasi agar tidak dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh,"lanjutnya.

Cara mudah memastikan tubuh memiliki cairan yang cukup adalah dengan melihat warna dan jumlah cairan urine Anda.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved