Citizen Reporter

Merancang Tari Madura Kontemporer, Lewat ini Universitas Trunojoyo Madura Lestarikan Kearifan Lokal

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Trunojoyo Madura (PBI UTM) membuat Workshop Tari Tradisional Madura Kontemporer.

Merancang Tari Madura Kontemporer, Lewat ini Universitas Trunojoyo Madura Lestarikan Kearifan Lokal
foto: istimewa
Workshop Tari Tradisional Madura Kontemporer. 

PROGRAM Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Trunojoyo Madura (PBI UTM) membuat Workshop Tari Tradisional Madura Kontemporer.

Workshop bertema Penggalian Komposisi Tari Tradisional Madura untuk Membentuk Jati diri Penari yang Berkarakter di Tengah Revolusi Industri 4.0 itu diadakan Jumat, (29/03/2019).

Kearifan lokal harus tetap dilestarikan. Kearifan lokal bukan hanya tentang pakaian adat seperti batik Indonesia dengan motif khas di segala daerah, tradisi-tradisi nenek moyang, tetapi pula tari-tarian. Semakin lama semakin sedikit peminat untuk mempelajari tentang tradisi. Kebanyakan anak muda asyik dengan dance.

Itu sebabnya, PBI UTM menyelenggarakan workshop yang dimulai pukul 13.00 hingga menjelang sore. Acara ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan dan perlu diapresiasi sebab dihadiri 36 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UTM yang begitu antusias. Keantusiasan mereka terlihat dari keseriusan namun santai dalam memerhatikan pemateri.

Acara diselenggarakan di Laboratorium Musik dan Tari UTM, di lantai 3 Laboratorium Sosial. Pembukanya tari tradisional Madura, Sandorennang dari komunitas Terak Bulan PBI UTM.

Muchamad Arif, Kepala Laboratorium FIP berharap mahasiswa bisa memanfaatkan laboratorium-laboratorium FIP dengan optimal. Itu akan bermanfaat dan menambah pengetahuan.

Workshop dibagi menjadi dua sesi dengan dua pemateri. Sesi pertama yakni Ahmad Jamiul Amil yang biasa disapa Pak Alul. Dia dosen PBI UTM dari Jepara yang sering berkecimpung dalam kesenian, mulai dari teater, lagu tradisional, tembang-tembang, dan tari-tarian.

Pemateri kedua, Rini Fitriani, dosen Program Studi Sekolah Dasar (PGSD) UTM. Walaupun tarian ini bertemakan Madura, namun materi yang disampaikan sedikit menyinggung tentang tarian Jawa sehingga peserta yang mengikuti acara ini mendapatkan dua ilmu, tentang tarian Madura dan Jawa.

Bukan hanya materi, pemateri juga mempraktikkan tari-tarian tradisional. Di akhir penyampaian, ditunjuk empat peserta perempuan untuk menari dengan kompak. Dibuat juga kolaborasi tari yang dilakukan Lamijan, salah satu mahasiswa. Hasilnya, tariannya rancak dan indah.

Rohma Niyatus Soleha
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
yusirahayu803@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved