Citizen Reporter

Sosok Kreatif di Kampung Sinau Cemorokandang, Kab Malang: Rahayu Ubah Bekas Bungkus Jadi Bernilai

Sampah atau bisa disebut barang bekas yang sudah tak layak pakai. Baik sampah bungkus jajan, permen, bungkus minuman.

Sosok Kreatif di Kampung Sinau Cemorokandang, Kab Malang: Rahayu Ubah Bekas Bungkus Jadi Bernilai
foto: istimewa
Salah satu bentuk kreativitas warga RT 4/RW 4 Kelurahan Cemorokandang, Kabupaten Malang. 

SAMPAH atau bisa disebut barang bekas yang sudah tak layak pakai. Baik sampah bungkus jajan, permen, bungkus minuman, dan bungkus lainnya dibuang di tempat sampah begitu saja. Tak jarang ada yang memanfaatkannya.

Tidak semua masyarakat memanfaatkan bungkus jajan sebagai barang yang bermanfaat untuk sekitar padahal melalui bungkus-bungkus jajan bisa menjadi barang yang luar biasa.

Itu bisa dimanfaatkan dengan kekreatifan salah satu warga RT 4/RW 4 Kelurahan Cemorokandang, Kabupaten Malang.

Rahayu, sosok kreatif di Kampung Sinau di Cemorokandang memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai meski tidak bernilai jual tinggi. Ia memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang indah dan cantik untuk bernilai jual.

Di luar waktunya sebagai karyawan pabrik, Rahayu menyempatkan diri untuk memanfaatkan sampah menjadi bermodel-model gaun yang cantik dan menarik.

“Saya tumpuk bungkus jajan di warung-warung sekitar. Daripada dibuang, itu bisa dimanfaatkan. Saya mencuci bersih dan baru kemudian bungkus-bungkus itu bisa dipakai,” kata Rahayu, Minggu (14/3/2019).

Di rumahnya banyak koleksi dari sampah yang sudah menjadi gaun atau baju yang tahun lalu pernah dipakai untuk acara karnaval. Model-model gaun yang pernah dibuatnya bisa disewa. Biasanya, saat ada karnaval atau keperluan sejenis, banyak yang menyewa dan bahkan memesan untuk dibuatkan gaun atau model lainnya.

Setiap pesanan dikerjakan semalam suntuk, bahkan kadang-kadang bisa sampai seminggu bergantung pada model pesanan. Harga yang dijual per baju hanya Rp 25.000 sampai Rp 35.000. Dia tidak berani memasang harga mahal.

Meskipun alat yang digunakan seadanya, Rahayu bisa menghasilkan gaun atau model lain yang bagus. Kesulitan membuat bentuk tertentu menjadi tantangan tersendiri. Yang membuatnya kewalahan, jika pesanan ditunggu pada waktu yang sama. Biasanya itu terjadi ketika ada karnaval. Peserta memesan pada waktu bersamaan.

Meski demikian, Rahayu tetap menekuni kegiatannya itu. Ia senang jika busana atau model dari barang tidak terpakai itu bisa membuat orang lain senang. Karyanya pernah menjadi juara saat karnaval. Itu membuatnya bangga.

Ainul Bariroh
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Malang
ainulbariroh03@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved