Berita Surabaya

Kiprah UKM Kopi Giras Asal Lamongan: Sukses di Pasar Timur Tengah, Kini Bidik Pasar Jepang

Meski baru satu tahun usaha, Ahmad dari Lamongan sudah punya pasar yang luas untuk produk kopi buatannya yang diberi nama Kopi Giras

Kiprah UKM Kopi Giras Asal Lamongan: Sukses di Pasar Timur Tengah, Kini Bidik Pasar Jepang
surya/sri handi lestari
Pengusaha kopi Giras, Ahmad, menunjukkan produk kopi yang dijual khusus dengan B to B saat tampil di pertemuan Business Matching yang digelar BI KPw Jatim dengan Jepang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski baru satu tahun usaha, Ahmad sudah punya pasar yang luas untuk produk kopi buatannya yang diberi nama Kopi Giras. Pemuda lajang asal Lamongan ini memilih memasarkan produk kopinya dengan cara B to B (Business to Business).

"Saat ini sudah saya pasarkan di 45 kota di Indonesia. Juga sudah masuk ke pasar ekspor, seperti di Bahrain, Qatar, Malaysia, Australia, Afrika Selatan, Nigeria, dan saat ini sedang proses ke Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya," kata Ahmad, 28, saat ditemui disela kegiatan Business Matching UKM Jawa Timur dengan Jepang yang diinisiasi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim, pekan lalu.

Inspirasi usaha produk kopi Giras Ahmad berasal dari biji kopi Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kemudian diroasting dan dipasarkan dengan kemasan aluminium foil dirangkap kemasan dari kertas model vintage. Ada yang roasting berupa biji kopi, dan ada pula yang sudah bubuk.

"Hampir semua pasar ambil dua jenis. Ada yang bubuk dan biji kopi. Rata-rata konsumen kami adalah usaha cafe kopi, restauran dan sejenisnya, yang langsung ke end user," jelas Ahmad.

Untuk usaha ini, Ahmad dengan salah satu pamannya, mulai dengan mencari bahan baku.

Kemudian dari bahan baku itu dibawa ke tempat produksi mereka di Lamongan.

Tercatat nilai modal yang mereka kembangkan sekitar Rp 200 juta.

Nilai itu untuk pembelian bahan baku biji kopi dan peralatan.

Untuk tenaga kerja, dari yang dilakukan sendiri, kini sudah ada tiga karyawan bagian produksi, dan ditambah lima orang untuk marketing.

"Juga ada pemberdayaan dari tetangga dan orang-orang yang bersedia membantu kami dengan melakukan pemilihan biji dan membantu pengemasan. Jumlahnya lumayan," ungkap Ahmad.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved