Dapat Suntikan Modal Dari Investor Jepang, JTPE Bidik Pertumbuhan Ekspor 20 Persen

Setelah mendapat suntikan modal dari investor Jepang, Toppan Gravity Ltd, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk akan langsung agresif mengembangkan usahanya

Dapat Suntikan Modal Dari Investor Jepang, JTPE Bidik Pertumbuhan Ekspor 20 Persen
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dari kiri - kanan : Dirut PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk, Oei Allan Wibisono bersama Komut, Yongki Wijaya saat menerima Yeo Chee Tong, Direktur Toppan Gravity Ltd dari Jepang, Sabtu (4/5/2019) di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah mendapat suntikan modal dari investor Jepang, Toppan Gravity Ltd, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk akan langsung agresif mengembangkan usahanya.

Perusahaan dengan kode emiten JTPE ini pun membidik pertumbuhan ekspor hingga 20 persen. 

"Toppan Group sudah punya banyak pasar di berbagai negara. Amerika, Eropa dan Asia. Hal ini kami harapkan bisa menjadi pendorong kami untuk menambah ekspor menggunakan jaringan yang dimiliki Toppan," jelas Yongki Wijaya, Komisaris Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk disela kegiatan penyambutan Toppan Gravity Ltd sebagai investie baru di Sidoarjo, Sabtu (4/5/2019).

Saat ini, ekspor produk perseroan yang melantai di bursa saham dengan kode JPTE itu, mencapai sekitar 10-15 persen. Dengan pertumbuhan yang rata-rata juga di kisaran itu per tahun. Dengan kerjasama bersama Toppan, diperkirakan penjualan ekspor bisa tumbuh 20 persen.

"Sebagai tahap awal di tahun ini, kami prediksi 20 persen. Terutama pasar Jepang, untuk mensupport kebutuhan Toppan yang selama ini kemampuan produksinya di Jepang sudah kurang mampu menarik kebutuhannya pasar disana. Sehingga mereka mau bekerjasama dengan kami dengan harapan bisa mendapatkan produk dari kami sesuai dengan kebutuhannya pasarnya," tambah Oei Allan Wibisono, Direktur Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa.

Saat ini secara umum, pasar Jasuindo di lokal atau domestik Indonesia, untuk all produk mencapai 80 persen.

Sebagai produsen cetak security printing, seperti paspor, buku tabungan, kartu ATM dan lainnya, pasar lokal cukup tinggi. Apalagi tidak banyak perusahan cetak dokumen security yang bermain di segmen ini.

Kedepan, perusahaan yang berkantor pusat di Betro, Sedati, dan pabrik di kawasan lingkar timur, Buduran, Kabupaten Sidoarjo ini, mentargetkan bisa meningkatkan kontribusi ekspor hingga 40 persen hingga 50 persen dibanding pasar domestik. Hal itu optimis bisa dicapai Yongki dan Oei Allan, mengingat produk mereka sudah memiliki kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan pasar.

"Meski dengan kerjasama ini tentunya kami juga harus meningkatkan kemampuan manajemen, sumber daya manusia (SDM), teknologi dan lainnya yang berkaitan dengan pasar internasional. Kami optimis siap, karena sebelumnya kami juga sudah menyiapkannya," ungkap Oei Allan.

Jasuindo selama ini sudah memiliki pasar ekspor beberapa negara di Asia. Satu diantaranya adalah Filipina. Apalagi saat ini, trend cashless money, juga mendorong peningkatan produk security printing dan komersial printing. Seperti lebel dan lainnya.

Yongki menambahkan, peningkatan pasar ekspor juga bagian kontribusi Jasuindo kepada negara. Saat ini, ada dorongan dari pemerintah untuk meningkatkan ekspor bagi industri.

"Dan kami mau ikut dalam bagian tersebut. Peningkatan ekspor," ujar Yongki.

Di tahun 2019 ini, Jasuindo menyiapkan capex atau modal kerja antara Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar dari dana internal. Capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi hingga 20 persen dan lainnya.

Foto : Surya/Sri Handi Lestari
Dari kiri - kanan : Dirut PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk, Oei Allan Wibisono bersama Komut, Yongki Wijaya saat menerima Yeo Chee Tong, Direktur Toppan Gravity Ltd dari Jepang, Sabtu (4/5/2019) di Sidoarjo.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved