Berita Ekonomi Bisnis

Tahun Lalu Kredit Bank UMKM Jatim Tumbuh 4,53 Persen, Tugas Tahun ini Turunkan Kredit Macet Segini

Tahun 2018 Bank UMKM Jatim mencatat kredit Rp 1,852 triliun atau tumbuh 4,53 persen dibanding tahun 2017.

Tahun Lalu Kredit Bank UMKM Jatim Tumbuh 4,53 Persen, Tugas Tahun ini Turunkan Kredit Macet Segini
foto: istimewa
Bank UMKM Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tahun 2018 Bank UMKM Jatim mencatat kredit Rp 1,852 triliun atau tumbuh 4,53 persen dibanding tahun 2017.

Namun, di sela pertumbuhan itu bank milik Pemprov Jatim itu punya tugas untuk murunkan nilai kredit macet mencapai 7,8 persen yang melampau ketentuan Bank Indonesia maksimal 5 persen.

Hal ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur atau BPR Jatim/Bank UMKM Jatim 2018 di Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Dalam RUPS tersebut, Bank UMKM Jatim mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai 4,53 persen dibanding tahun 2017 lalu. Dengan nilai mencapai Rp1,852 triliun.

Direktur Utama Bank BPR Jatim Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani mengatakan pertumbuhan perbankan tahun lalu tidak lepas dari upaya pengembangan kantor untuk menjangkau nasabah lebih dekat.

"Kinerja perbankan ini juga ditopang oleh penerapan tata kelola perusahaan GCG (Good Corporate Governance), manajemen resiko dan implementasi budaya kerja perusahaan,'' jelas Yudhi.

Terkait penyaluran kredit tersebut, Bank UMKM Jatim ada dua program. Pertama kredit konsumtif dan kredit yang terkait dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan suku bunga rendah.

"Selain ditargetkan untuk lebih banyak melakukan penyaluran kredit, oleh Gubernur Jawa Timur, kami mendapat catatan dan tugas untuk menekan NPL (Non Performance Loan atau kredit macet) yang masih di atas ketentuan BI (Bank Indonesia)," ungkap Yudhi.

Hingga akhir tahun 2018, rata-rata nilai NPL mencapai 7,8 persen. Sementara ketentuan dari BI maksimal 5 persen.

Yudhi menyebutkan, atas target penurunan NPL itu, di tahun 2019 ini, pihaknya melakukan pendataan dan membentuk tim-tim penagihan khusus kepada debitur untuk segera menyelesaikan kreditnya secara tertib.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved