Ini Rencana Polisi Bila Sudah Berhasil Menemukan Sosok di Balik Kelompok Anarko di Malang

Polisi sedang menyelidiki siapa di balik kelompok Anarko yang melakukan vandalisme di Malang. Bila ketemu, apa rencana polisi?

Ini Rencana Polisi Bila Sudah Berhasil Menemukan Sosok di Balik Kelompok Anarko di Malang
ist/youtube
Sekelompok pemuda berbusana serba hitam dan membawa bendera anarki mencoret jembatan cagar budaya di Jl Kahuripan, Kota Malang, 1 Mei 2019. 

SURYA.co.id | MALANG - Jajaran kepolisian di Malang kota sedang mencari pelaku vandalisme  di jembatan Splendid, Kota Malang pada aksi May Day 1 Mei lalu. Kelompok tersebut sementara ini diidentifikasi sebagai kelompok Anarko. 

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan terkait siapa yang melakukan aksi vandalisme yang bertuliskan 'tolak upah murah'

"Penyelidikan sedang kami lakukan, untuk mengungkap siapa ketuanya dan berapa orang dibalik oknum berpakaian hitam-hitam tersebut," ucapnya, Kamis (2/5/2019).

Dijelaskan Asfuri, apabila petugas di lapangan telah mengamankan pelaku, maka pihaknya akan memberikan pengarahan kepada mereka.

Pengarahan itu akan dilakukan di depan Dandim, Letkol Inf Tommy Anderson dan Wali Kota Malang, Sutiaji.

"Nanti akan kami ajak ngobrol dulu baik-baik. Kemudian kami beri pengarahan agar tidak melanggar hukum dan tindakan lain yang bertentangan dengan hukum," ucapnya.

Instruksi Kapolri, Polres Malang Kota Buru Pentolan Kelompok Anarko

Polisi Tangkap 5 Terduga Anggota Anarko yang Menyusup ke Aksi May Day 2019 di Grahadi Surabaya

Meski demikian, pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait kasus vandalisme tersebut.

Akan tetapi, Asfuri akan tetap melakukan penyelidikan terkait kasus ini karena sudah didengar oleh masyarakat di seluruh Kota Malang.

"Terkait penahanan, itu tergantung. Apabila mereka melakukan perusakan dan merugikan pihak lain dalam hal ini pemerintah tentunya bisa, kalau ada yang melapor," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam aksi May Day pada tanggal 1 Mei 2019,  beredar sebuah video yang menggambarkan peristiwa vandalisme.

Kejadian tersebut terjadi di Jembatan Kahuripan Kota Malang yang dilakukan oleh segerombolan orang berpakaian serba hitam.

Satu di antara dari mereka menuliskan pesan ‘tolak upah murah’ di dinding jembatan dengan memakai cat semprot warna hitam.

Padahal, Jembatan Kahuripan adalah salah sawarisan cagar budaya Kota Malang

Dalam video yang berdurasi 29 detik itu, para gerombolan juga terlihat membawa bendera dengan logo tertentu yang umumnya dianggap mewakili gerakan ideologi anarkisme atau anarko.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved