Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Cara Tim Keamanan Sosialisasi Larangan Demo di Kawasan Objek Vital Nasional di Pelabuhan Perak

Aparat keamanan di Terminal Jamrud Pelabuhan Perak sosialisasi terkait larangan demonstrasi di objek vital nasional (obvitnas), Kamis (2/5/2019).

Cara Tim Keamanan Sosialisasi Larangan Demo di Kawasan Objek Vital Nasional di Pelabuhan Perak
surya.co.id/sri handi lestari
Simulasi unjuk rasa yang digelar di terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak yang dilakukan aparat gabungan bersama Pelindo III, Kamis (2/5/2019). 

SURABAYA, SURYA - Aparat keamanan di Terminal Jamrud Pelabuhan Perak sosialisasi terkait larangan demonstrasi di objek vital nasional (obvitnas).

Sosialisasi sekaligus simulasi ini diperagakan tim gabungan berbagai kesatuan, dari unsur TNI, Polri, dan Port Facility and Security Officer (PFSO) Pelindo III,  Kamis (2/5/2019).

Tim melakukan pengamanan berlapis saat terjadi ‘unjuk rasa’ di Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 

Simulasi ‘unjuk rasa’ pada obvitnas tersebut bermula saat anggota PFSO dan tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelindo III melakukan patroli simpatik mengingatkan pekerja operasional, termasuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang belum mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai aturan.

"Pelindo III sebagai BUMN operator terminal menerapkan standar pengamanan kerja dan fasilitas pelabuhan sesuai regulasi internasional, yakni International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code," jelas Wilis Aji Wiranata, Corporate Communication Pelindo III (Persero) sebelum simulasi.

Namun, terjadi kesalahpahaman pada proses penertiban tersebut, sehingga memantik ‘keributan’. TKBM berunjuk rasa serta mengancam akan menutup akses gerbang terminal dan menghentikan operasional kerja bongkar muat. Ancaman tersebut direspon sigap oleh PFSO Pelindo III yang mengantisipasi potensi risiko keamanan dengan menaikan tingkat keamanan (security level) dari I ke II.

Kemudian karena TKBM yang berkumpul semakin banyak hingga menutup akses dengan membawa kayu, serta dikhawatirkan merusak fasilitas pelabuhan. Maka tingkat keamanan dinaikkan ke level III dan melaporkan kondisi tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Sembari menunggu Tim Dalmas tiba, PFSO segera mengevakuasi pengguna jasa dan pekerja ke lokasi aman.

Kabag Ops Polres Tanjung Perak Kompol Yulianto dan Kasat Sabhara AKP Heru Purwandi tiba di lokasi dan memimpin langsung pengamanan ‘demonstrasi’.

Kapolres melakukan langkah persuasif dengan menghimbau sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Bahwa unjuk rasa dilarang dilakukan di obvitnas, seperti Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Unjuk rasa hanya bisa diadakan setidaknya berjarak 500 meter dari pagar terluar obvitnas.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved