Berita Surabaya

Begini Cara Membuat Pekerja Generasi Milenial Betah dan Loyal Terhadap Perusahaan

Ada presepsi yang keliru dalam perusahaan menyikapi pekerja dari kalangan generasi milenial.

Begini Cara Membuat Pekerja Generasi Milenial Betah dan Loyal Terhadap Perusahaan
TribunJatim.com/Hefty's Suud
Seminar bersama Haryo Utomo Suryosumarto, Founder dan Managing Director Headhunter Indonesia, Kamis (2/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada presepsi yang keliru dalam perusahaan menyikapi pekerja dari kalangan generasi milenial. Persepsi keliru ini ditengarai membuat para pekerja generasi milenial tak betah dan memilih resign ketimbang loyal terhadap perusahaan.

Founder dan Managing Director Headhunter Indonesia, Haryo Utomo Suryosumarto, dalam seminar yang diadakan di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (2/5/2019), mengatakan kesalahan presepsi perusahaan terhadap generasi milenial adalah menyediakan kantor yang menyerupai taman bermain.

"Sebenarnya pokok permasalahannya bukan itu. Buat apa fasilitas yang menyenangkan, tapi kenyamanan di dalamnya tidak ada," ujar Haryo.

Pekerja Generasi Milinial Dianggap Tak Loyal, Begini Penjelasan Founder Headhunter Indonesia

Haryo memberikan tips bagi perusahaan, supaya pekerjanya yang merupakan generasi milenial tidak cepat memutuskan untuk resign.

Selain itu, beberapa tips yang diberikannya, menurut Haryanto juga dapat mengoptimalkan potensi dan bakat generasi milenial, sehingga dapat benar-benar ikut berperan dalam menyukseskan perusahaan.

Pertama, menciptakan suasana yang mendukung persahabatan. Hal ini, dikatakan Haryanto harus dibuat di dalam dan di luar kantor.

"Salah satu yang banyak ditemui, beberapa perusahaan membuat klub basket, klub bersepeda, atau klub lari. Nah ini bisa jadi salah satu cara untuk menciptakan suasana tersebut, dengan mengumpulkan pekerja dengan hobi, akan membuat mereka lebih cepat akrab dan bersemangat," paparnya.

Kedua, menyediakan ruang bagi pekerja generasi milenial untuk berkarya.

Menurutnya, generasi milenial memerlukan ruang untuk berkreasi.

Apabila hal itu terpenuhi dengan baik, maka ia akan bekerja lebih bahagia dan optimal.

Ketiga, menjadikan pekerja dari generasi milenial sebagai bagian penting di perusahaan.

Hal itu, dituturkan Haryanto jangan sekadar kata-kata.

Generasi milenial perlu diberi tahu apa yang dapat dilakukan untuk menjadi bagian dari kemajuan perusahaan itu.

"Kebanyakan perusahaan mengatakan bahwa generasi milenial adalah kunci sukses perusahaan. Tapi generasi milenialnya sendiri nggak merasa. Nah hal-hal seperti itu dapat diatasi dengan komunikasi, penting menjelaskan bagainana milenial berperan bagi kesuksesan perusahaan," jelas Haryanto.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved