Citizen Reporter

Santapan 4 Musim untuk Orang Jepang, Masakan ini Dipilih karena Bahannya Cocok untuk Segala Musim 

Di Jepang ada berapa musim? Apa saja? Itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan orang Indonesia kepada mahasiswa dari Jepang.

Santapan 4 Musim untuk Orang Jepang, Masakan ini Dipilih karena Bahannya Cocok untuk Segala Musim 
foto: istimewa
Washoku, istilah untuk masakan Jepang. 

DI JEPANG ada berapa musim? Apa saja? Itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan orang Indonesia kepada mahasiswa dari Jepang. Ada juga orangyang bertanya tentang makanan Jepang.

“Makanan yang terkenal di Jepang itu sushi ya?”
“Bagaimana rasa Ramendi Jepang?”

Setiap kali mereka bertanya, setiap kali itu pula dijelaskan tentang masakan Jepang yang berhubungan dengan musim. Di Indonesia ada banyak restoran Jepang, tetapi masakan Jepang yang ada di Indonesia tidak berkait dengan musim. Oleh karena itu, ada baiknya orang Indonesia mengetahui masakan Jepang yang berkait dengan musim.

Di Jepang ada empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Pada musim panas, suhu udara naik sampai 35 derajat Celcius atau lebih dan turun sampai 0 derajat Celcius pada musim dingin. Banyak orang Indonesia terkejut waktu mendengar angka itu.

Kiat orang Jepang bertahan hidup dalam iklim ini adalah makanan. “Washoku” istilah untuk masakan Jepang dipilih sebagai warisan budaya pada 2013.

Salah satu alasannya adalah orang bisa mengasup gizi sehingga badan bisa menyesuaikan terhadap musim dari bahan makanan yang bermacam-macam.

Misalnya, pada waktu musim panas, mereka sering memasak sayuran seperti mentimun atau tomat, untuk mendinginkan badan.

Selain itu, mereka juga bisa mendapat vitamin atau kalium sehingga mereka bisa bertahan dari hawa panas.

Sementara itu, pada musim dingin, orang Jepang sering memasak sayuran yang tumbuh di bawah tanah seperti wortel dan lobak karena sayuran itu bisa menghangatkan badan dan melindungi badan dari penyakit. Oleh karena itu, masakan yang ada pada musim gugur, tidak ada lagi pada musim semi.

“Saya selalu menunggu musim yang akan datang dengan penuh harapan karena bahan-bahan dan bentuk washoku akan berubah juga jika musim berganti,” kata Nozomi Imazeki, seorang Jepang yang mengikuti program darmasiswa, minggu lalu.

Masakan Indonesia tidak berubah sesuai dengan musim seperti di Jepang, tetapi itu juga menguntungkan karena orang bisa kapan saja makan dan menikmati masakan Indonesia yang disukai.

Senang rasanya jika bukan hanya menikmati masakan Indonesia seorang diri, melainkan juga disebarkan kepada masyarakat Jepang seperti masakan Jepang menyebar ke Indonesia.

Selain itu, sesekali jika ada kesempatan, mahasiswa darmasiswa bisa menyajikan washoku kepada orang Indonesia yang menanyakan musim dan makanan di Jepang. Itu tentu menyenangkan.

Minori Sekizawa
Mahasiswa STIE Malangkucecwara Malang
3162318@kuis.ac.jp

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved