Berita Malang Raya

Redakan Ketegangan Dengan Sopir Angkot, Kota Malang Butuh Halte Khusus Bus Sekolah

Para pengemudi bus sekolah di Kota Malang meminta Pemkot menyediakan halte khusus agar mereka tak lagi bersitegang dengan sopir-sopir angkot.

Redakan Ketegangan Dengan Sopir Angkot, Kota Malang Butuh Halte Khusus Bus Sekolah
surya/adrianus adhi
ilustrasi bus sekolah di Kota Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Keberadaan Bus Sekolah di Kota Malang, sejak awal diresmikan pada 2015 lalu, menuai kontroversi khususnya dari para sopir angkot.

Kini, sudah berlangsung empat tahun semenjak diresmikan, namun masih juga kerap terjadi ketegangan antara sopir bus dengan sopir angkot meskipun intensitasnya jauh lebih kecil daripada awal-awal dulu. Pemicunya, adalah tempat pengambilan penumpang.

Yulianto Setiawan, seorang sopir bus mengaku sering bersitegang dengan para sopir angkot karena masalah penumpang.

“Ya sering sekali dimarahi sopir angkot, sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas,” ujar Yulianto.

Padahal, kata Yulianto, saat itu dirinya mengambil seorang pelajar. Yulianto pun berharap, adanya halte khusus untuk pelajar yang ingin naik bus sekolah.

Selama ini, kata Yulianto, belum ada halte khusus untuk pelajar jika ingin naik bus sekolah. Para pelajar seringnya menunggu di pinggir jalan dan tempatnya tidak bisa dipastikan.

“Kalau mengambil di sembarang tempat seperti itu ya takut juga. Kalau ketahuan sopir angkot dimarahi. Memang kami memerlukan adanya halte khusus seperti itu,” ujar Yulianto.

Saat ini, hanya ada halte umum. Para pelajar tidak banyak berada di halte tersebut. Dengan adanya halte khusus pelajar yang akan naik bus sekolah, para sopir bus sekolah tidak khawatir lagi akan adanya gangguan.

Di sisi lain, Yulianto juga menyadari bahwa para sopir angkot juga membutuhkan penumpang agar ada pemasukan. Ia pun berharap, Pemkot Malang bisa menengahi solusinya.

Diceritakan Yulianto, dirinya sudah berangkat menjemput para pelajar sejak pukul 6 pagi. Kemudian berkeliling menjemput pelajar.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved