Citizen Reporter

Open Trip ke Gunung Raung, Misi Mengalahkan Ketakutan Sendiri 

Petualangan beberapa bulan lalu itu dimulai dengan perjalanan dari Malang ke Banyuwangi menggunakan kereta api.

Open Trip ke Gunung Raung, Misi Mengalahkan Ketakutan Sendiri 
foto: istimewa
Suasana puncak Gunung Raung Banyuwangi. 

OPEN trip adventure bisa menjadi pilihan untuk menikmati alam. Itu selalu menjadi aktivitas seru. Selain karena trip-nya yang memang menyenangkan, juga karena selalu bertemu dengan teman baru yang dikenal dalam trip.

Jadi, seperti ada kejutan menyenangkan. Itu yang dilakukan rombongan kecil dari Malang. Novel, Andy, dan Jordan mengikuti open trip adventure ke Gunung Raung di Banyuwangi. Raung dikenal sebagai gunung aktif dengan trek tersulit se-Jawa.

Petualangan beberapa bulan lalu itu dimulai dengan perjalanan dari Malang ke Banyuwangi menggunakan kereta api.

Di Banyuwangi, sudah ada ojek yang dipesan sebelumnya dengan biasa Rp 25.000 ke basecamp milik Pak Aldi, begitu ia disapa. Sampai di sana langsung istirahat. Open trip kali ini diselenggarakan Alas Adventure.

Pukul 05.00 semua bangun dan disambut hangat empat teman baru yang akan menemani pendakian.

Mereka adalah Oki (Bali), Nurul (Bogor), Yuanik (Jember), dan Carmok (guide).

Start dimulai dengan menempuh jalan 4 kilometer melewati perkebunan tebu menggunakan ojek lokal.

Sampai di Pos 1 Kebun Kopi (Sunarya), semua disambut ibu pemiliknya dengan kopi gratisnya yang nikmat. Ia orang yang dermawan. Setiap pendaki selalu diberi minuman gratis tanpa takut rugi.

Pukul 09.00 pendakian dimulai. Semua merasakan adrenalin yang tinggi untuk menaklukkan ketakutan dari dalam diri karena jalur yang bernama Shirotol Mustaqim di atas selalu membayangi. Selain itu, beberapa bulan sebelumnya, ada yang meninggal di puncak karena badai.

Namun, semua saling meneguhkan hati selama perjalanan karena tujuannya adalah sama yaitu mencapai puncak dan pulang dengan selamat.

Estimasi perjalanan dari pos 1 ke pos 7 kemah adalah 14 jam. Pos 7 ke puncak adalah 9 jam melewati hutan lebat, beberapa tumbuhan edelweis, dan jurang di kanan kiri.

Uniknya, semakin menuju puncak semua semakin kompak, sangat akrab, dan saling menjaga karena memang di situ taruhannya nyawa jika gagal melangkah.

Pukul 15.00 akhirnya semuanya sampai di puncak dengan selamat.

Perjalanan pulang pun menjadi lebih ringan. Bahagia dan lega karena berhasil mengalahkan ketakutan diri sendiri.

Muhammad Novel
Mahasiswa Sejarah
Universitas Negeri Malang
novelmuhammad1998@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved