Menulis Cerpen Bersama Yusri Fajar

Menulis cerpen merupakan kegiatan yang sulit bagi sebagian orang. Namun jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, banyak keuntungannya.

Menulis Cerpen Bersama Yusri Fajar
ist/citizen reporter
Pelatihan menulis cerpen bersama Yusri Fajar 

SURYA.co.id | Menulis cerpen merupakan kegiatan yang sulit bagi sebagian orang. Namun jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, kegiatan itu selain bermanfaat juga dapat menjadi profesi yang menyenangkan. 

Itulah yang menginiasi Bolehbaca.com untuk mengadakan Writing 101 dengan tema Sastrawan Muda Menulis Cerpen, Sabtu (23/3/2019).

Acara berlangsung di Boba Library Jalan Soekarno Hatta PTP II, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pembicara pada Writing 101 adalah Yusri Fajar yang merupakan dosen FIB Universitas Brawijaya sekaligus penulis buku Surat dari Praha.

Yusri memaparkan secara dalam cara menulis cerpen yang baik. Di awal, Yusri menjelaskan, ide tulisan dalam cerpen dapat diambil dari pengalaman maupun imajinasi. Yusri memberikan beberapa contoh cerpen yang ditulis yang merupakan pengalaman saat ia berkuliah di luar negeri atau saat menjadi santri ketika SMP.

“Tidak semua ide menarik untuk jadi bahan cerita, harus dieksplorasi,” kata Yusri.

Ayo Main Dakon atau Gobak Sodor

Unsur di dalam cerpen umumnya harus ada tokoh, latar, alur, konflik, sudut pandang, dan diksi. Unsur-unsur inilah yang membangun sebuah cerpen sehingga ceritanya hidup. Tokoh tidak harus manusia tetapi juga bisa nonmanusia seperti alam, binatang, atau juga benda yang diibaratkan bisa hidup. Alur adalah jalan cerita yang menghasilkan sebab akibat sebuah peristiwa dalam cerpen.

“Pada pembuka cerpen, kita bisa menggabungkan beberapa unsur tadi. Namun, unsur yang seharusnya ada adalah konflik, karena itulah yang ditunggu-tunggu pembaca. Agak sulit memang menulis pembuka. Saya merevisi beberapa kali, jadi tidak asal jadi,” lanjutnya.

Dalam membangun konflik setidaknya ada tiga hal penting yang harus diceritakan, yaitu menghadapkan toloh dengan masalah, gambaran tokoh menghadapi masalah, dan alternatif tokoh dalam menyelesaikan masalah itu.

Selain unsur-unsur tadi, bagian yang penting adalah judul cerpen. Judul ini harus merepresentasikan isi dalam sebuah cerpen. Umumnya judul harus membuat pembaca penasaran. Hindari juga judul-judul yang sudah klise atau umum yaitu sering dipakai orang-orang. Judul juga bisa dibuat puitis.

Setelah Yusri menjelaskan materinya, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Beberapa peserta yang antusias menanyakan banyak hal. Salah satunya adalah, apakah perlu ada misi pesan dalam pembuatan cerpen.

“Misi itu penting. Setiap menulis selalu tebersit pesan. Dalam pikiran saya ada ide besar yang ingin saya sampaikan, seperti sakura gugur di Kyoto yang menjelaskan mengenai hitam putih dalam perguruan tinggi di Jepang,“ jawab Yusri.

Rezza Deviansyah, salah satu pihak penyelenggara menjelaskan, tujuan Writing 101 itu untuk memberikan kesempatan pengembangan diri dalam hal kepenulisan kepada anak-anak muda khususnya yang tinggal di Malang.

“Tidak hanya cerpen. Kemarin juga ada kegiatan kepenulisan jurnalistik,” ucap Rezza.

Penulis : Ibnu Dharma Nugraha, Mahasiswa Universitas Brawijaya


Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved