May Day 2019

Kelompok Beratribut Anarki Coret Jembatan Cagar Budaya di Jl Kahuripan Kota Malang

Sekelompok orang beratribut serba hitam dan membawa bendera anarki mencoret jembatan cagar budaya di kota Malang. Ada apa?

Kelompok Beratribut Anarki Coret Jembatan Cagar Budaya di Jl Kahuripan Kota Malang
ist/youtube
Sekelompok pemuda berbusana serba hitam dan membawa bendera anarki mencoret jembatan cagar budaya di Jl Kahuripan, Kota Malang, 1 Mei 2019. 

SURYA.co.id | MALANG - Sebuah video yang menampilkan segerombolan orang yang mengenakan pakaian serba hitam melintasi Jembatan Kahuripan, Kota Malang dan melakukan vandalisme di jembatan cagar budaya di Jl Kahuripan, kota Malang. 

Salah satu dari mereka melakukan vandalisme dengan menuliskan pesan ‘tolak upah murah’ di dinding jembatan.

Penulis pesan menggunakan menggunakan pillox warna hitam untuk menuliskan pesannya.

Dalam video yang berdurasi 29 detik itu, para gerombolan juga terlihat membawa bendera dengan logo anarki yang belum bisa dikonfirmasi hingga saat ini.

Namun yang terlihat dalam video memperlihatkan salah seorang dari mereka membawa bendera berwarna hitam berlambang atau simbol gerakan anarki yakni simbol huruf “A” dalam lingkaran.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Agung H Bhuana mengutuk keras aksi tersebut.

“TACB Kota Malang mengutuk keras perbuatan merusak struktur cagar budaya yang dilakukan oknum,” tegasnya.

Polisi Tangkap 5 Terduga Anggota Anarko yang Menyusup ke Aksi May Day 2019 di Grahadi Surabaya

May Day 2019, Jurnalis Anggota AJI Gelar Aksi Mendesak Kesejahteraan dan Perlindungan Jurnalis

May Day 2019, Ribuan Buruh Dangdutan Bareng Perwakilan Disnaker

Ia melanjutkan, struktur jembatan kahuripan termasuk dalam 32 cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Malang pada akhir 2018 lalu.

Perbuatan mencorat-coret atau vandalisme di jembatan Cagar Budaya melanggar UU No 11 Tahun 2010. Serta melanggar Perda Kota Malang Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.

Apabila ada yang merusaka Cagar Budaya akan disanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kita sedang dalami proses hukum,” tegas Agung. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved