Belajar Jurnalistik ke 'Markas' Harian Surya ala SMAN 1 Jombang

Para peserta ekskul jurnalistik SMAN 1 Jombang belajar Jurnalistik langsung dari markas Harian Surya di Surabaya. inilah catatan mereka...

Belajar Jurnalistik ke 'Markas' Harian Surya ala SMAN 1 Jombang
ist/citizen reporter
Anggota ekskul jurnalistik SMAN 1 Jombang saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Surya di Surabaya. 

SURYA.co.id | Setelah selesai mengadakan diklat jurnalistik yang dihadiri repoter dari RCTI dan RCTV di SMA Negeri 1 Jombang, Sabtu (23/3/2019), peserta ekskul Jurnalistik mengadakan kunjungan belajar ke Harian Surya, Rabu (27/3/2019).

Diikuti 22 siswa serta dua guru pembimbing, rombongan ke Surabaya dengan harapan dapat menambah ilmu.

Belajar ke tempat mengolah berita menjadi pilihan tepat karena satu tempat itu mengelola beberapa media.

Saat ini ada enam media yang ditangani, yaitu Harian Surya, portal online surabaya.tribunnews.com, suryamalang.tribunnews.com, tribunjatim.com, tribunmadura.com, majalah Jatim Travelguide.

Adri, yang menangani Surya online dan Suryamalang online mengatakan, untuk menjadi reporter, harus belajar mulai dari proses pencarian berita terkini yang harus real tidak hoaks serta ada nilai berita dan publikasi.

Manfaat dari berita itu adalah sebagai informasi, edukasi, dan entertain.

Menulis Cerpen Bersama Yusri Fajar

Setelah berdiskusi dengan tim redaksi, rombongan diajak ke percetakan. Itu kesempatan unik karena bisa melihat mesin cetak beroperasi. Saat itulah, tim Jurnalistik melihat dan menggali informasi lebih banyak tentang masin cetak yang ada di PT Antar Surya Jaya yang mencetak Harian Surya dan banyak media lain.

Mesin cetak banyak macamnya. Mesin cetak pertama yakni Heidelbeg Kors (K-Lino) 1850-1970. Kapasitas mesin cetak berbeda-beda. Salah satu mesin yang ada mampu mencetak hingga 45.000 eksemplar per jam. Dengan mesin cetak terbaik se Indonesia bagian timur, percetakan juga menerima banyak permintaan cetak dari luar negeri.

Saat melihat banyaknya kertas yang keluar dari mesin cetak, itu mengingatkan akan kebijakan mengurangi penggunaan kertas. Saifuddin, petugas yang mendampingi para siswa di percetakan menjelaskan, kertas yang dipakai hanya yang dibutuhkan. Kertas yang gagal cetak dan kertas potongan tidak dibuang. Itu akan diserahkan kepada industri yang mengelola kertas itu menjadi bubur kertas lalu diproses lagi menjadi kertas baru.

“Jadi prosenya berputar terus. Kertas yang digunakan ini bukan kertas dari kayu lagi, melainkan kertas palem. Kami berusaha mengendalikan penggunaan kertas yang terbuat dari kayu. Biasanya kami pisahkan,” katanya.

Penulis : Nur Halizatul Amalia, Tim Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Jombang

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved