Berita Ekonomi Bisnis

Gandeng Pesantren, Industri Kelapa di Bangkalan Madura Optimistis Tembus Pasar Ekspor

Sejahtera Initiatives cukup optimistis rencana pendirian industri kelapa di Bangkalan Madura dapat menembus pasar ekspor.

Gandeng Pesantren, Industri Kelapa di Bangkalan Madura Optimistis Tembus Pasar Ekspor
surya.co.id/bobby constantine koloway
Sejahtera Initiatives menggelar pertemuan dengan sejumlah pesantren dan para eksportir di Varna Culture Hotel Senin (29/4/2019). Acara ini juga dihadiri Dirjen Pemberdayaan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa, Samsul Widodo dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial, Andi ZA Zulung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejahtera Initiatives cukup optimistis bahwa rencana pendirian industri kelapa di Bangkalan dapat menembus pasar ekspor. Strategi menggandeng pesantren diharapkan dapat memudahkan target tersebut.

"Kami cukup optimistis karena pasar ekspor cukup besar. Produksi asal Indonesia saat ini baru memenuhi 10 persen pasar kelapa di internasional," kata Founder Sejahtera Initiatives, Harun Al Rasyid kepada Surya.co.id saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (30/4/2019).

Oleh karena itu, pihaknya tengah mempersiapkan industri pengolahan kelapa di Bangkalan. Mulai dari persiapan lahan, penyediaan bahan baku, hingga rencana menggandeng pondok pesantren untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri pun telah tersedia.

Khusus untuk penyediaan bahan baku, pihaknya telah memetakan sejumlah daerah potensial di Madura. Di antaranya, Sumenep. "Kenapa pilih kelapa? Sebab, kelapa bisa dikembangkan di Madura," kata Harun.

"Misalnya, daerah Masalembu dan Kangean, di Sumenep. Termasuk, hingga Sulawesi dan Maluku. Bahkan, kami bisa mendorong pemda untuk mendorong daerah kepulauan menjadi suplier bahan baku," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan investasi senilai Rp2 miliar. Selain menggandeng pihak swasta, pihaknya juga akan menggandeng pemerintah provinsi.

Sebab, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memiliki program One Pesantren, One Product. "Kami ingin proyek industri di Bangkalan ini menjadi percontohan daerah lain," katanya.

Terkait potensi SDM, pihaknya optimistis bahwa pesantren di Madura bisa menjawab kebutuhan industri. "Sudah ada pesantren yang akan diajak bermitra. Rencananya, industri ini akan menempati di sekitar kaki (Jembatan) Suramadu," katanya.

Nantinya, industri ini ditargetkan bisa mengolah 10 ton kelapa perhari. Hasil produksi tersebut terdiri dari tepung kelapa, ampas santan, kerisik kelapa.

"Industri ini bersifat memberdayakan. Di antaranya, melibatkan warga pesantren dan warga sekitar. Mulai dari pecah tempurung, pecah kulit ari, hingga produksi kelapa beku. Bisa disimpan cold storage," katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved