Berita Malang Raya

Antisipasi Tsunami di Indonesia, Seperti Ini Mitigasi Bencana yang Dilakukan BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan mitigasi bencana untuk menanggulangi bencana tsunami

Antisipasi Tsunami di Indonesia, Seperti Ini Mitigasi Bencana yang Dilakukan BNPB
surya.co.id/rifky edgar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen Doni Monardo 

SURYA.co.id | MALANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan mitigasi bencana untuk menanggulangi bencana tsunami yang terjadi di Indonesia.

BNBP telah membuat mitigasi bencana yang telah bekerja sama dengan sejumlah pakar.

Salah satunya ialah melakukan penanaman seribu pohon di daerah sekitar pantai.

Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo mengatakan, hal ini bertujuan meredam gelombang tsunami yang akan menerjang pemukiman warga.

"Dari hasil riset yang dilakukan, Vegetasi dengan jenis pohon tertentu bisa meredam 80 persen tsunami dengan kecepatan 700 km per jam. Kita bisa menyelematkan umat manusia untuk jangka waktu yang panjang," ucapnya, Selasa (30/4/2019).

Dijelaskan Doni, dalam penanaman pohon tersebut harus memiliki dua fungsi, yakni fungsi ekonomis dan fungsi ekologis.

"Apabila fungsi ekologis saja banyak rakyat yang terganggu mata pencahariannya. Jika keduanya dilakukan, maka rakyat akan memperoleh keuntungan, alam terjaga keseimbangannya dan resiko banjir akan berkurang," ujarnya.

Dari data yang dicatat BNPB, sebanyak 4414 jiwa meninggal dunia akibat bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Kata Doni, Indonesia menjadi negara dengan resiko kematian tertinggi di dunia akibat bencana alam setelah Haiti.

Lanjutnya, selama 19 tahun ini sebanyak 185 ribu jiwa telah melayang di Indonesia akibat bencana alam.

"Angka tersebut cukup besar. Bahkan di tahun 2019 sampai tanggal 29 April tercatat sudah ada 438 jiwa yang telah meninggal dunia," ucapnya.

Di sisi lain, peran desa tangguh juga menjadi alasan dalam mengatasi jumlah korban bencana alam.

Menurutnya, desa merupakan ujung tombak bagi terselenggaranya penyelamatan ekosistem di daerahnya masing-masing.

"Jadi, dalam menyelesaikan bencana tidak bisa kita lakukan secara sendirian. Tapi perlu dilakukan metode pentahelix, perlu bantuan pemerintah, masyarakat, pecinta lingkungan dan lain sebagainya," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved