Lapor cak

Revitalisasi Kawasan Kota Tua di Surabaya Masih Menuai Penolakan

Rencana revitalisasi kawasan kota tua di Jl Karet, Surabaya, masih menuai penolakan warga. Sebagai wujud penolakan, dipasanglah spanduk-spanduk.

Revitalisasi Kawasan Kota Tua di Surabaya Masih Menuai Penolakan
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Sebuah poster berisi penolakan terhadap rencana revitalisasi kota tua di Jl Karet, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana revitalisasi kawasan kota tua di Jl Karet, Surabaya, masih menuai penolakan warga. 

Sebagai wujud penolakan, dipasanglah spanduk-spanduk di sejumlah titik. 

Setidaknya ada tiga tulisan bernada sama. Intinya, warga menolak bangunan-bangunan dan rumah tua di sepanjang jalan itu dicat warna-warni. 

Di sisi lain, bertebarannya spanduk-spanduk itu juga membuat warga lain mengeluh. Mereka menyebut spanduk-spanduk itu justru mengganggu pemandangan. 

"Bikin risih spanduk itu," ucap Budiman, salah satu pengguna jalan, Senin (29/4/2019).

Belum jelas siapa yang memasang spanduk itu. Namun di bawah spanduk tulisan cetak itu bertuliskan nama dan tanda tangan. Dari usia dan lama pemasangan spanduk itu tampak sudah beberapa hari. Tulisan spanduk banner itu tampak sudah agak berdebu. 

"Sudah lama dipasang. Saya tidak tahu kapan dipasangnya spanduk itu. Tahu-tahu sudah ada spanduknya. Kenapa bangunan tua direhab kok sepertinya tidak mau," ungkap Mbak Jumilah, salah satu pemilik Warung kopi tepi jalan Karet. 

Menurut perempuan ini, belakangan memang kawasan Jl Karet dilakukan pengecatan dalam rangka revitalisasi kawasan Herritage. Sepanjang bangunan dan rumah kuno Jl Karet saat ini sedang dilakukan pengecatan. 

Mulai dari ujung jalan masuk Jl Karet sudah dicat sejumlah bangunan dengan warna putih keabu-abuan. Warna yang relevan di bangunan tua itu telah dipilih. Warnanya netral dan relevan.

Pantauan di lokasi Jl Karet, ada puluhan bangunan dan rumah kuno di jalan ini. Kawasan yang berdekatan dangan Kembang Jepun Kya Kya itu sudah berusia satu abad lebih. Ada Bangunan yang tertera tulisan 1903. Ada pula yang lebih lama lagi. 

Selain memang berupa rumah tempat tinggal kuno, bangunan kuno itu berupaya tempat sembahyang dan peribadatan.

Saat ini, semua bangunan kuno itu dilakukan proses pengecatan. Tampak pekerja menuntaskan sebagian gedung tua di Jl Karet tersebut. Kerangka besi disusun meninggi membentuk pijkan menyentuh hingga atap dinding. Saat ini masih berlangsung pengecatan. 

Di kawasan Jl Karet itu memang seluruh bangunan akan dicat ulang. Bangunan kuno yang sebelumnya tembok utuh nan eksotis itu berganti cat baru. Sepanjang Jalan sekitar 400 meter itu akan disulap menjadi kawasan heritage yang eksotik. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved