Berita Surabaya

Dua Relawan Prabowo - Sandi di Jatim Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu 2019 ke BPN

Relawan Prabowo-Sandi Jatim melaporkan dugaan akumulasi kecurangan pemilu kepada Badan Pemenangan Nasional (PBN) Prabowo-Sandi.

Dua Relawan Prabowo - Sandi di Jatim Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu 2019 ke BPN
surya.co.id/bobby constantine koloway
Relawan Prabowo Sandi Calonnya Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Pascal ITS) saat foto bersama cawapres Sandiaga Uno. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua relawan Prabowo-Sandi di Jawa Timur melaporkan dugaan akumulasi kecurangan selama gelaran pemilu kepada Badan Pemenangan Nasional (PBN) Prabowo-Sandi, Jumat (26/4/2019).

Dua relawan ini adalah Relawan Prabowo Sandi Calonnya Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Pascal ITS) dan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) Jatim.

"Kami adalah organ relawan yang mendukung 02 yang memiliki jaringan hingga di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Sejauh ini, kami bertugas melakukan real count di Jatim," kata Sekretaris Jenderal Pascal ITS, Reny Widya Lestari kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (26/4/2019).

Jumlah suara tersebut didapat dari laporan relawan yang diakumulasikan melalui data Center. Data Center tersebut mengolah seluruh data dari seluruh Jawa Timur.

Relawan ini bekerja sejak hari H pemungutan suara lalu sampai rekapitulasi selesai. Tim ini bekerja dengan mengumpulkan C1 (form rekap suara) dari tiap TPS ke Data Center relawan.

"Kami menghitung secara real count, kemudian ditabulasikan melalui ilmu statistik oleh para pakar ITS. Kemudian, kami serahkan ke BPN sebagai sumbangsih kepada pemenangan Prabowo-Sandi," katanya.

"Sampai saat ini, perhitungan masih di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Para relawan terus bekerja untuk menyempurnakan data," terangnya.

Dari hasil rekapitulasi suara di real count, pihaknya mengakui bahwa pasangan Prabowo-Sandi kalah di Jawa Timur.

"Namun, perlu kami tegaskan bahwa kekalahan itu masih tipis, tetap di angka satu digit!," tegasnya.

"Hasil ini real count. Bukan quick count, sehingga, bukan mengada-ada. Kalau ada yang menyebut kemenangan dengan selisih lebih dari 20 persen, kami tegaskan itu tidak benar!," tegasnya kembali.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved