Berita Banyuwangi

Banyuwangi Segera Miliki SMK Kopi dan SMK Cokelat, Gubernur Khofifah: Izinnya Sebagai BLUD

Banyuwangi bakal segera memiliki fasilitas pendidikan vokasional khusus di bidang kopi dan cokelat, yakni SMK Kopi dan SMK Cokelat

Banyuwangi Segera Miliki SMK Kopi dan SMK Cokelat, Gubernur Khofifah: Izinnya Sebagai BLUD
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa ngopi bareng Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (24/4/2019). Gubernur Khofifah berencana membangun SMK Kopi dan SMK Cokelat di Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi bakal segera memiliki fasilitas pendidikan vokasional khusus di bidang kopi dan cokelat. Lembaga pendidikan ini akan menambah pilihan pendidikan kejuruan bagi anak-anak yang ingin spesifik mengembangkan keterampilan bidang kopi dan cokelat di SMK Kopi dan SMK Cokelat Banyuwangi.

Hal itu dipastikan usai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menjawab curhatan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Kepada Gubernur Khofifah, Anas curhat Pemkab Banyuwangi tengah mengajukan perizinan untuk SMK Kopi dan SMK Cokelat, namun izinnya tak kunjung keluar.

"Begitu tadi mendengar dari pak Bupati akan mendirikan SMK Kopi dan SMK Cokelat, saya langsung mengirim pesan ke Kadis Pendidikan supaya izinnya segera dikeluarkan," kata Khofifah, Rabu (24/4/2019).

Tidak hanya memerintahkan segera melakukan pengeluaran izin untuk SMK tersebut. Khofifah juga menegaskan bahwa sekolah program vokasi di Banyuwangi itu akan dibangun dalam bentuk BLUD.

"Kita akan keluarkan izinnya dalam bentuk BLUD," tegasnya.

Lebih lanjut, pengembangan pendidikan vokasional dengan mengedepankan potensi daerah bukan hanya dilakukan di Banyuwangi, tapi juga di Kabupaten Magetan.

Di Magetan, dikatakan mantan Menteri Sosial ini, akan didirikan Pemprov SMK Kulit.

Ini karena perkembangan industri kulit di Magetan begitu besar, sehingga dengan adanya SMK Kulit diharapkan kualitas industri kulit di Magetan bisa meningkat.

"Kita harus siapkan talenta sumber daya manusia yang kuat di bidangnya untuk bisa tumbuh dan berkembang dan bisa merah sukses. Nah dengan bentuk BLUD, maka bisa mendapatkan income atau pendapatan sehingga bisa ada kemandirian juga," kata Khofifah.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sempat meminta gubernur untuk segera dikeluarkan izin yang diajukan Pemkab ke Dinas Pendidikan guna pendirian SMK Kopi dan SMK Cokelat.

"Kami minta agar izin yang kami ajukan bisa segera dikeluarkan. Sembari menunggu, kami juga sudah kerja sama dengan sejumlah bank untuk bisa menggunakan kopi dan coklat dalam program santripreneur," tegas Abdullah Azwar Anas.

Kopi dan cokelat merupakan dua di antara komoditas unggulan Banyuwangi yang mudah didapat, dan murah.

"Peningkatan valuenya tinggi, padahal kopi dan cokelat ini mendapatkannya mudah dan murah di Banyuwangi," kata Abdullah Azwar Anas.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved