Single Focus

Terkait Koperasi di Rusun, Kepala Dinkop dan Usaha Mikro Surabaya Berharap Warga Rusun Membuka Hati

Terkait koperasi di Rusun, Kepala Dinkop dan Usaha Mikro Surabaya berharap warga rusun membuka hati.

Terkait Koperasi di Rusun, Kepala Dinkop dan Usaha Mikro Surabaya Berharap Warga Rusun Membuka Hati
surya/fatimatuz zahro
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo Suryantoro. 

HINGGA kini, masih banyak warga enggan bergabung sebagai anggota maupun memanfaatkan koperasi di rusunawa sebagai lahan kulak. Utamanya, di rusun yang sudah lama berdiri.

Padahal, keberadaan koperasi itu diharapkan bisa memperkuat ekonomi warga, sekaligus supplier bagi warga yang memiliki toko kelontong. Tujuannya, agar uang bisa berputar dari warga dan untuk warga.

Siti Farihah, penjaga koperasi Rusunawa Sombo, mengatakan, banyak warga enggan kulak di koperasi karena berbagai alasan, termasuk toko kelontong yang sudah menjamur.

"Ada juga warga yang tidak enak dengan agen karena langganan, jadi ada yang kadang beli di agen, kadang di kami," ujar Siti.

Ia memang tak sendirian menjalankan koperasi Rusunawa Sombo, melainkan didampingi Yunita Intan Sari sebagai Tenaga Teknis dari Dinkop dan Usaha Mikro Kota Surabaya. Pihaknya mengaku, terus sosialisasi demi menarik minat warga.

Demikian pula, Widodo Suryantoro, Kepala Dinkop, yang beberapa kali sosialisasi bersama Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT).

"Kami juga kerja sama dengan camat dan lurah, karena mereka punya peran besar," ucapnya, seraya berharap warga membuka hati untuk koperasi demi terwujudnya peningkatan ekonomi masyarakat. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved