Pemilu 2019

Respons PDIP Surabaya soal Rekomendasikan Bawaslu Hitung Ulang di 26 Kecamatan di Surabaya

Respons PDIP Surabaya soal rekomendasikan Bawaslu hitung ulang suara di 26 kecamatan.

Respons PDIP Surabaya soal Rekomendasikan Bawaslu Hitung Ulang di 26 Kecamatan di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Whisnu Sakti Buana (tengah) saat mengantar pendaftaran 50 bacaleg ke KPU Kota Surabaya, Selasa (17/7/2018). 

SURYA.co.id |SURABAYA - DPC PDI  Perjuangan (PDIP) Surabaya menyayangkan rekomendasi Bawaslu kepada KPU agar melakukan penghitungan ulang suara di 26 kecamatan di Surabaya.

Rekomendasi tersebut menurut PDIP Surabaya berpotensi memperkeruh suasana dan menghambat tahapan Pemilu 2019.

"Adanya rekomendasi itu dengan sendirinya telah mengabaikan kinerja seluruh KPPS (Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara) se-Kota Surabaya,"  kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana, Senin (22/4/2019). 

Menurutnya KPPS  telah bekerja dengan kelelahan luar biasa, mulai pagi saat hari H Pemilu 17 April 2019, bahkan hingga subuh.

Selain itu, lanjut dia, Bawaslu Surabaya juga punya pengawas di seluruh TPS yang dibayar negara, sehingga pengawasan atas TPS, semestinya otomatis dilakukan oleh para aparatur Bawaslu, terlebih ketika terjadi kesalahan dan pelanggaran.

"Jika semua TPS dihitung ulang, maka mubazir negara membayar seluruh pengawas TPS se-Kota Surabaya dengan anggaran besar," ujar Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Menurut dia, adanya kekeliruan-kekeliruan penghitungan suara di tingkat TPS sudah otomatis dilakukan pembetulan di tingkat yang lebih atas, yakni di forum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang melibatkan Panitia Pemungutan Suara (PPS), aparat Bawaslu, dan saksi-saksi parpol.

Kesalahan itu, lanjut dia, bisa dipahami sebagai akibat kelelahan petugas yang luar biasa dari para petugas KPPS dalam menyelenggarakan pemilu serentak, Pileg dan Pilpres.

"Semua mengakui kelelahan hebat itu, sehingga wajar jika terjadi salah penjumlahan," pungkasnya. (sofyan arif candra sakti)
 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved