Single Focus

Koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera, Pertama di Rusun Surabaya, ini Bedanya

Rusun Siwalankerto menghadirkan koperasi yang berbasis syariah, Koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera.

Koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera, Pertama di Rusun Surabaya, ini Bedanya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Karjono, Ketua harian dan Sumartini, anggota koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera menunjukkan buku tabungan simpan pinjam, Jumat (19/4/2019). Koperasi Rusun Siwalankerto satu-satunya yang berbentuk syariah di antara sejumlah koperasi rusun lainnya. 

Surya.co.id | SURABAYA - Berbeda dengan rusun-rusun di Surabaya yang mendirikan koperasi konvensional, Rusun Siwalankerto menghadirkan koperasi yang berbasis syariah, Koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera.

Karjono selaku wakil ketua dan ketua harian Koperasi Syariah Al Muhajirin Siwalankerto Sejahtera menuturkan, pola kerja koperasi syariah hampir sama dengan koperasi konvensional. Hanya ada beberapa perbedaan, misalnya dari sisi legalitas dan prakteknya.

"Secara legalitas, kalau koperasi konvensional terdiri dari pengurus dan pengawas. Kalau koperasi syariah, ada pengurus, pengawas, dan dewan syariah. Dewan syariah ini melibatkan MUI atau pihak Dewan Syariah Indonesia," tutur Karjono.

Selain itu, lanjutnya, pada koperasi konvensional, yang menjadi azas adalah undang-undang dan pancasila. Sementara pada koperasi syariah, selain undang-undang dan pancasila, juga ada hadis dan Al-Quran.

"Dari segi prakteknya juga ada sedikit perbedaan. Toko kelontong syariah tidak menjual produk yang status hukumnya diragukan seperti rokok, karena ada fatwa yang menganggapnya haram dan ada yang mengganggapnya makruh," tuturnya.

Selain rokok, toko kelontong syariah juga tidak menjual barang-barang bajakan.

Beberapa unit usaha yang dihadirkan koperasi di Rusun Siwalankerto ini, di antaranya adalah unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah, serta unit usaha toko kelontong.

"Unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah antara lain adalah pemberian pinjaman tanpa bunga. Misalnya kalau pinjam Rp 500 ribu ya kembalinya sama, Rp 500 ribu," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, juga ada layanan modal. Misalnya ada seseorang yang ingin mendirikan usaha. Maka koperasi akan memberikan modal. Nanti, hasil usaha akan dibagi dua, prosentasenya sesuai kesepakatan bersama.

"Kami juga ada layanan jual beli, yaitu jual beli manfaat seperti penyewaan, jual beli barang, seperti kredit barang elektronik dan jual beli tenaga seperti layanan fotokopi," jelas Karjono.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved