Berita Surabaya

Driver Taksi Online dan Debt Collector Hampir Adu Fisik di Surabaya

Seorang driver taksi online dan sejumlah debt collector hampir saja terlibat perkelahian. Untung, ada driver taksi online lain yang membawa ke polisi

Driver Taksi Online dan Debt Collector Hampir Adu Fisik di Surabaya
ist
Para pengemudi ojek online dan taksi online saat membawa seorang driver taksi online serta sejumlah debt collector yang hampir terlibat perkelahian di Surabaya ke Mapolsek Wonocolo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Beberapa anggota Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) mengamankan driver taksi online berinisial AK dan 5 orang debt collector ke Polsek Wonocolo, Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Hal itu dilakukan lantaran AK dan 5 orang debt collector tersebut bersitegang dan hampir berkelahi. 

Kejadian tersebut bermula saat Driver Online berinisial AK mengantarkan penumpangnya di Klinik Pratama RBG di Jalan Sidosermo, Surabaya.

Saat AK selesai mengantar dan keluar dari lokasi Klinik Pratama, tiba tiba datanglah 5 orang debt collector yang  mencoba mengambil mobil driver dengan alibi bahwa driver tersebut telah telat membayar angsuran selama 2 bulan.

Pihak driver menolak karena jatuh tempo adalah setiap tanggal 25, berarti keterlambatan adalah 1 bulan dan driver telah berjanji kepada debt collector akan melakukan membayar lunas tepat pada tanggal 25.

"Pihak driver juga telah berinisiatif memberikan uang sebesar Rp.500.000 kepada pihak debt collector sebagai uang jasa untuk meminta kemunduran pembayaran," kata Humas Frontal, David Walalangi melalui rilis tertulis.

Namun, Pihak Debt Collector menolak dan meminta uang kompensasi tersebut adalah senilai Rp.5.000.000 (lima juta rupiah).

Maka terjadilah perdebatan di lokasi sehingga para Driver Online yang sedang melintas segera memberitahukan kepada Frontal agar membantu rekan Driver Online dan turut mencegah terjadinya perkelahian. 

Untuk mencegah hal yang tidak di inginkan Pihak Frontal segera mengamankan Debt Collector bersama Driver tersebut ke Polsek terdekat dan agar ada penengah dalam permasalahan ini

Frontal membawa Debt Collector dan Driver yang sebagai korban ke Polsek Wonocolo sebagai Polsek terdekat.

Setelah melakukan interogasi dan pemeriksaan oleh Pihak Polsek Wonocolo ternyata dalam mobil Debt Collector Finanche Andalan didapati Senjata Tajam.

"Ini suatu perbuatan yang melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951," pungkasnya.
 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved